Tak sudi gegara foto dirinya dicatut untuk dijadikan promosi obat pelangsing oleh orang tak bertanggung jawab, Tika Panggabean mengamuk karena dirinya tidak pernah menggunakan obat pelangsing untuk menurunkan berat badannya. Apalagi, banyak teman dekatnya hampir menjadi korban soal promo obat pelangsing yang mencatut foto Tika Panggabean.
"Aku sebenernya kesal," geram Tika Panggabean, dikutip dari Suara.com, Senin (31/7).
Namun, personel Project Pop itu mengaku tidak akan menolak jika pemilik produk obat pelangsing itu ingin menggunakan fotonya untuk ajang promosi.
"Dia mencatut nama aku tanpa izin. Walaupun dia minta izin pun, nggak akan aku kasih izin. Kan aku nggak pakai obat-obatan itu. Mau pelangsing atau apa pun aku tidak pakai," ujarnya.
Yang bikin geram Tika Panggabean karena tak pernah mengonsumsi obat pelangsing untuk menurunkan berat badannya. Dia mengaku berat badannya bisa turun karena jerih payahnya berolah raga.
"Apa yang aku dapatkan sekarang tuh buah hasil kerja keras aku pagi-pagi bangun, olahraga. Pas dia tiba-tiba mengklaim bahwa aku begitu, ya, 'Enak aja lo', ya kan? 'Gila lo, lo nggak tahu usaha gue kayak apa'," kata Tika Panggabean kesal.
Alasan dirinya tak sudi fotonya dicatut untuk promosi, karena Tika Panggabean tak mau disalahkan oleh orang-orang yang mengonsumsi obat pelangsing itu. Terlebih, Tika Panggabean mengaku tak tahu efek samping dari produk itu berbahaya atau tidak.
"Yang lebih parah kalau orang-orang yang percaya itu lalu membeli obat itu, suplemen atau apa gitu obat pelangsing itu, dan ternyata berdampak untuk diri mereka, itu kan bahaya sekali ya," katanya.
"Walaupun aku bisa aja ya, kayak, 'Bukan salah gue', gitu, tapi kasihan kan. Belum tentu obat itu cocok buat mereka dan apakah benar ingredients-nya tuh sehat," imbuhnya.
Tika Panggabean sendiri sudah mengeluarkan klarifikasi terkait tidak adanya keterlibatan dalam produk obat pelangsing itu. Bila dirasa tidak berbuah hasil, ia akan mengambil langkah tegas lewat jalur hukum.
"Nanti tergantung manajemen aku. Kalau ternyata ini merugikan banyak orang, nanti ya mungkin kami akan lakukan sesuatu," katanya.
(Sumber: Suara.com)