Setelah menggelar acara pertunangan, Selebgram transgender Lucinta Luna dan pacar bulenya, Arten Boltian alias Alan diunggah ke sebuah stasiun televisi swasta. Buntut dari Lucinta Luna dan calon suaminya tampil di TV, muncul gelombang protes terhadap Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) di media sosial.
Berdasar yang beredar, seorang pria mempertanyakan fungsi KPI terkait adanya salah satu stasiun TV yang menampilkan Lucinta Luna dan pacar bulennya.
"Saya ingin tanya, KPI ke mana? Apa fungsi kalian sebagai pengawas penyiaran Indonesia?," ujar pria dalam video yang dibagikan ulang akun Instagram @terang_media dikutip Senin (31/7).
Saat melayangkan protesnya, pria itu menyinggung soal aturan-aturan KPI terkait tayangan di televisi, salah satunya soal tayangan orang merokok yang disensor. Akan tetapi, KPI seolah tebang pilih karena dianggap membiarkan stasiun TV menampilkan seorang transgender seperti Lucinta Luna menjadi bintang tamu sebuah acara talk show.
"Orang yang merokok saja disensor, bahkan kartun pun yang menonjolkan lekuk tubuh kalian sensor. Tapi acara seperti ini yang jelas-jelas merusak moral bangsa tapi kalian biarkan," ucapnya.
"Kalian biarkan acara ini ditonton oleh jutaan warga negara Indonesia," imbuhnya.
Aksi protes pria terhadap KPI terkait acara talk show yang mengundang Lucinta Luna dan pacar bulenya menuai simpatik publik. Bahkan, muncul seruan dari netizen untuk membubarkan KPI dan memboikot Lucinta Luna.
"Stasiun TV sudah ga ada akhlak. Bubarin aja KPI," kata netizen geram.
"Boikot Luna.!!" timpal yang lain.
"Akhirnya uneg-uneg di hatiku terwakili," sahut netizen lainnya.
"Ngerusak generasi muda yg nonton lu @kpipusat," kesal yang lain.