Ustadz Solmed: Pemerintah Harusnya Duduk Bareng MUI

Madinah, Yazir Farouk

Sabtu, 18 April 2015 | 07:45 WIB
Ustadz Solmed: Pemerintah Harusnya Duduk Bareng MUI
Ustadz Soleh Mahmoed. [Suara.com/Yazir Farouk]

Suara.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) sempat memblokir 19 laman media Islam setelah Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menganalisa potensi bahaya yang ditimbulkan dari muatan laman-lama tersebut.

Pemblokiran sontak menuai pro dan kontra. Ada yang menganggap pemerintah tak menghargai kebebasan berpendapat. Ada juga yang mendukung demi keselamatan dari pengaruh tindakan radikal. Ujungnya, pemerintah akhirnya mencabut blokir 12 dari 19 situs yang dianggap berbahaya.

Bagaimana ustadz Soleh Mahmoed menanggapi pemblokiran tersebut? Berikut perbincangan khusus Suara.com dengan Ustadz Solmed baru-baru ini.

Pemerintah belakangan ini sempat memblokir laman media Islam karena dianggap berpotensi bahaya. Bagaimana pendapat Anda?

Tentunya ini ada domain masing-masing. Artinya, nggak ada salahnya pemerintah dan ulama komunikasi. Misalnya ada situs yang dianggap liar atau bisa menjadi kasar dalam menjalankan agama. Itu coba dikonsultasikan kepada ulama. Yang legitimate di Indonesia adalah Majelis Ulama Indonesia (MUI). Coba pemerintah duduk bareng dengan MUI sebelum melakukan pemblokiran.

MUI misalnya mengatakan situs ini tidak baik dan situs ini tidak benar. Jadi, tidak hanya sebatas interpretasi atau nalar yang dipakai menggunakan pemahaman sebenarnya. Nah, dari situ ada laporan, langkah berikutnya panggil pemilik situsnya.

Sepertinya pemerintah tidak duduk bareng dengan MUI dalam hal ini.

Ya, pada akhirnya menjadi sesuatu yang diperbincangkan seperti sekarang ini. Niat pemerintah sebetulnya baik mencegah masyarakat Indonesia dari kegiatan radikal atau menyalahi aturan negara. Tapi, pemerintah harus sadar di situ ada domain agama, ulama paling paham. Yang legitimate adalah MUI. Tidak ada salahnya membawa contoh situs-situs tersebut kepada para ulama. Nanti ulama akan memberikan rekomendasi.

Menurut Anda pemerintah terlalu tergesa-gesa atau gegabah memblokir laman media Islam?

Intinya saya masih percaya dengan MUI. Dengan kepakaran mereka dan dengan kealiman mereka. Rekomendasi mereka menjadi bahan pembanding.

Khawatir pemblokiran ini jadi melahirkan islamfobia?

Pemerintah punya kewajiban melindungi warga negaranya untuk tidak jatuh dalam...(ustadz Solmed terdiam sejenak), bahasanya jangan sampai mati lah. Jangan ikut perang, karena ente kan warga Indonesia untuk tidak ambil bagian dalam peperangan kaum muslimin. Pemerintah memang tidak ada istilah jihad, pemerintah hanya kenal kamu harus hidup, negara harus melindungi warganya.

Sebagai pendakwah, apakah Anda memiliki laman media khusus untuk berdakwah?

Kalau saya secara resmi misalnya media dakwah kepemilikan saya, tidak. Saya memanfaatkan teknologi canggih memang iya, seperti Twitter, WhatsApp, BlackBerry dan Facebook. Kita menyebarkan kebaikan kepada siapapun, bahkan tidak bertatap muka. Subhanallah, itu nikmat. Nabi dulu house to house, face to face. Dakwah nabi secara diam-diam dan terang-terangan. Sekarang ada televisi dan segalanya, itu kan nikmat. Tinggal kita mau nggak memanfaatkan untuk dakwah. Tapi, kecanggihan tekonologi ini memang plus minus. Orang bisa jual diri juga kan di FB atau Twitter. Lagi rame tuh kan sekarang. Jadi memang dimanfaatkan buat maksiat bisa, buat kebaikan juga bisa.

Bagaimana seharusnya seorang muslim memahami makna berjihad?

Kewajiban berjihad itu kan ketika ada di satu wilayah atau negara. Kemudian ada orang di luar Islam melakukan penyerangan terhadap orang islam. Mereka disebut kafir harbi. Tapi, ada juga kafir dzimi, orang di luar Islam yang hidup di bawah kekuasaan Islam, mereka mau berdampingan dan mau bekerjasama. Orang-orang ini tentu dilindungi oleh Islam. Kemudian sekarang kita lihat apakah Indonesia merupakan peta jihad atau peta dakwah? Makanya ada fikihnya jihad dan dakwah. Ulama membagi-bagi, ada fikih jihad bagaimana caranya, dan ada fikih dakwah bagaimana caranya.

Tak sedikit orang memaknai jihad dengan cara berperang.

Tidak semua konflik perang jadi medan jihad. Lah, kalau begitu tawuran juga dong. Bawa golok masing-masing dan bunuh-bunuhan, apa itu disebut medan jihad? Mana yang disebut dengan jihad atau kampung jihad. Ini persoalan lain di luar niat orang untuk berjihad. Niat jihad itu begitu bagus sehingga dalam agama ini pun banyak cara untuk mendapatkan kesyahidan. Kalau mati syahid hanya dengan perang kasihan amat. Lho, andaikata negeri ini aman gimana? Belajar saja kemudian di tengah menimba ilmu agama meninggal dunia itu mati syahid. Setelah pulang kerja, lagi cari duit buat keluarga kemudian dibegal dan meninggal dunia itu juga jihad.

Artinya, ada laman-laman media Islam yang diblokir salah menafsirkan tentang pemahaman jihad?

Pada intinya tidak mudah menafsirkan ayat Al Quran dan hadist kecuali mereka ahli di bidang itu. Jadi, harusnya pemilik situs duduk bareng dengan MUI. Mereka sama-sama orang alim. Duduk bareng juga dengan pemerintah. Kalau dinyatakan berbahaya dan salah, saya pikir itu lain cerita lagi. Tapi sampai sekarang saya nggak tahu situs-situs yang diblokir itu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ditipu, Solmed Ingin Tempuh Jalur Musyawarah

Ditipu, Solmed Ingin Tempuh Jalur Musyawarah

Entertainment | Rabu, 02 Juli 2014 | 19:45 WIB

Ustadz Solmed Kaget Anaknya Merangkak Mundur

Ustadz Solmed Kaget Anaknya Merangkak Mundur

Entertainment | Kamis, 03 April 2014 | 16:34 WIB

Terkini

Suporter Malaysia Klaim Ditahan Lebih dari Sejam Usai Laga Lawan Timnas Indonesia

Suporter Malaysia Klaim Ditahan Lebih dari Sejam Usai Laga Lawan Timnas Indonesia

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:30 WIB

Tanggal Merah untuk Ibu: Bukan Sekadar Me Time tapi Waktu untuk Recovery

Tanggal Merah untuk Ibu: Bukan Sekadar Me Time tapi Waktu untuk Recovery

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 23:23 WIB

Hari Pertambangan dan Energi, PTBA Perkuat Pasokan dan Hilirisasi untuk Kemandirian Energi

Hari Pertambangan dan Energi, PTBA Perkuat Pasokan dan Hilirisasi untuk Kemandirian Energi

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 23:16 WIB

Kata-kata John Herdman Usai Timnas Indonesia Ditahan Malaysia Tanpa Gol di GBK

Kata-kata John Herdman Usai Timnas Indonesia Ditahan Malaysia Tanpa Gol di GBK

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:05 WIB

Timnas Indonesia Tak Mampu Kalahkan Malaysia, Nama Shin Tae-yong Menggema di GBK

Timnas Indonesia Tak Mampu Kalahkan Malaysia, Nama Shin Tae-yong Menggema di GBK

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:05 WIB

Halloween di Singapura, Ada Rumah Hantu hingga Dunia Bawah Laut Penuh Cahaya

Halloween di Singapura, Ada Rumah Hantu hingga Dunia Bawah Laut Penuh Cahaya

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 23:04 WIB

Tan Cheng Hoe Angkat Tangan: Pertahanan 10 Pemain Timnas Indonesia Sangat Sulit Ditembus

Tan Cheng Hoe Angkat Tangan: Pertahanan 10 Pemain Timnas Indonesia Sangat Sulit Ditembus

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:01 WIB

Guruh Soekarnoputra Berpulang, Mengapa Kepergiannya Begitu Berarti bagi Indonesia?

Guruh Soekarnoputra Berpulang, Mengapa Kepergiannya Begitu Berarti bagi Indonesia?

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 22:57 WIB

Aneh Tapi Nyata, John Herdman Malah Senang Thom Haye Dapat Kartu Merah

Aneh Tapi Nyata, John Herdman Malah Senang Thom Haye Dapat Kartu Merah

Bola | Senin, 28 September 2026 | 22:46 WIB

Prabowo Audit Keuangan Haji, Ada Rp12,98 Triliun Nilai Manfaat Jemaah 2027

Prabowo Audit Keuangan Haji, Ada Rp12,98 Triliun Nilai Manfaat Jemaah 2027

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 22:44 WIB

×