"Sumatran Last Tiger" Raih Penghargaan di Festival Film New York

Esti Utami Suara.Com
Minggu, 24 April 2016 | 07:35 WIB
"Sumatran Last Tiger" Raih Penghargaan di Festival Film New York
Ilustrasi harimau Sumatera. [Shutterstock/Vladimir Wrangel]

Suara.com - Film dokumenter "Sumatran Last Tiger" yang menceritakan upaya konservasi Harimau Sumatera di kawasan konservasi Tambling Wildlife Nature Conservation (TWNC) Pesisir Barat, Lampung, meraih medali perak tingkat dunia dalam Festival Film New York 2016.

Siaran pers Artha Graha Peduli yang diterima Sabtu (23/4/2016), menyebutkan film bertema alam dan satwa liar di Taman Nasional Bukit Barisan Bagian Selatan ini mengalahkan ratusan film dokumenter lainnya. Film ini diproduksi Channel News Asia, Mediacorp pte Ltd, Singapura.

Pengumuman resmi di website New York Film Festival, Jumat (22/4/2016) waktu setempat, juga menyebutkan bahwa medali emas diraih film "Vanishing King: Lion of Namib" yang menceritakan tentang terancam punahnya satwa liar Singa di Namibia, Afrika. Film ini diproduksi oleh Interspot film GmBh, Austria.

Dalam film "Sumatran Last Tiger" dikisahkan bagaimana Harimau Sumatera yang pernah berkonflik dengan manusia itu direhabilitasi dan kemudian dilepasliarkan kembali ke alam bebas.

Pusat rehabilitasi harimau itu berlangsung di TWNC yang dikelola oleh Artha Graha Peduli.

Di film itu diceritakan dua ekor harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumatrae) telah berhasil dilepasliarkan setelah menjalani masa rehabilitasi.

Pelepasliaran dua Harimau Sumatera yang bernama Panti dan Petir disaksikan oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, dan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

Pelepasliaran dilakukan di dalam area konservasi alam seluas kurang lebih 50.000 hektare di TNBBS. Panti dan Petir merupakan bagian dari sembilan Harimau Sumatera yang direhabilitasi di area Tiger Rescue Center TWNC yang dilepasliarkan satu persatu.

Di seluruh Sumatera kini tinggal sekitar 500 ekor, namun mereka dalam keadaan terdesak, karena rusaknya kawasan hutan di seluruh Sumatera. Banyak Harimau Sumatera di Aceh, misalnya, yang masuk ke kampung untuk mencari makan dan hal itu mengakibatkan konflik di antara dua jenis makhluk Tuhan itu.

Pada tahun 2014, lembaga konservasi dunia untuk perlindungan spesies kucing besar (Panthera) telah memberi penghargaan kepada Artha Graha Peduli dan pejabat serta eks pejabat pemerintah Indonesia terkait perlindungan harimau saat rapat tahunan "Tigers Forever" di Jakarta pada 16 Juli 2014.

Panthera memberikan penghargaan atas kesuksesan besar dalam upaya penyelematan harimau liar di berbagai negara, terutama di TWNC, Indonesia. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI