Suara.com - Nessie Judge kembali menyampaikan permintaan maafnya atas aksinya memajang foto Junko Furuta di konten kolaborasi bersama NCT Dream beberapa waktu lalu.
Banyak netizen Indonesia dan Jepang yang mengecam tindakannya karena menampilkan foto korban penculikan, pemerkosaan, penyiksaan, dan pembunuhan yang paling kejam dalam sejarah Jepang itu.
Setelah sebelumnya meminta maaf melalui akun X, kini Nessie Judge mengunggah video permohonan maaf secara resmi lewat kanal YouTube miliknya.
Memakai busana serba hitam, YouTuber berusia 32 tahun ini tampak membungkuk dalam-dalam saat mengutarakan penyesalannya.
Dalam video bertajuk 'My Sincere Apology itu', Nessie menyampaikan permohonan maafnya dalam bahasa Inggris yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan Jepang.
"Halo semuanya, saya Nessie. Saya sudah menuliskan apa yang ingin saya sampaikan agar tidak ada hal penting yang terlewat," kata Nessie Judge mengawali videonya yang diunggah semalam, Jumat, 7 November 2025.
"Saya mengambil waktu untuk merenung dan benar-benar memahami dampak dari kejadian ini. Saya menyadari bahwa permintaan maaf saya sebelumnya belum sepenuhnya menenangkan atau mewakili rasa sakit yang ditimbulkan," imbuhnya dalam suara bergetar.
Nessie menyesal karena sudah menyakiti hati banyak orang akibat tindakannya menampilkan foto korban nyata dari kasus kejahatan yang terjadi pada tahun 1988 itu.
"Saya ingin menyampaikan permintaan maaf yang sebesar-besarnya atas apa yang muncul di video saya baru-baru ini, dan juga atas tanggapan saya setelahnya," ujar Nessie Judge.
"Baru-baru ini, saya mengunggah video dengan latar yang menampilkan foto korban nyata dari kasus kejahatan yang mengerikan pada tahun 1988 di Jepang. Kesalahan ini telah menyakiti banyak orang, dan tidak ada alasan yang bisa membenarkannya," ungkapnya.
Nessie Judge mengakui semua ini bisa terjadi karena kurangnya pengawasan darinya.
Dia dan timnya gagal untuk menunjukkan empati dan rasa hormat terhadap korban dan keluarganya.
"Banyak yang bertanya, bagaimana hal ini bisa terjadi? Ini terjadi karena kesalahan pengawasan dari saya. Menggunakan foto korban nyata dalam konteks seperti itu bukanlah cara yang tepat untuk menyoroti isu penting, yang terjadi justru menimbulkan lebih banyak rasa sakit daripada penghormatan," ujarnya.
"Apapun niatnya, faktanya hal ini telah membawa dampak negatif, dan untuk itu saya bertanggung jawab sepenuhnya. Kami gagal menunjukkan empati dan rasa hormat terhadap korban serta semua pihak yang terdampak," lanjut Nessie Judge.
Pemilik kanal YouTube dengan 11,5 juta subscriber itu juga menyadari kalau tanggapannya sebelumnya dinilai kurang sensitif dan untuk itu dia sangat menyesal.
"Saya juga menyadari sekarang bahwa tanggapan saya sebelumnya kurang sensitif terhadap rasa sakit yang ditimbulkan, dan untuk itu saya sangat menyesal," imbuh Nessie sambil menundukkan kepala.
Dengan raut wajah menahan tangis, influencer asal Jawa Tengah ini juga bilang kalau video yang bersangkutan telah dihapus.
Nessie Judge berjanji ke depannya dia akan mengevaluasi kerja timnya dan terus belajar agar bisa berkarya dengan lebih berempati.
Dia tak lupa meminta maaf pada warga Jepang, keluarga korban, dan juga netizen Indonesia yang merasa kecewa dengan perbuatannya.
'Videonya telah saya hapus. Saya telah meninjau kembali cara kerja tim kami, dan akan memastikan proses yang lebih ketat diterapkan ke depannya. Saya juga akan terus belajar agar bisa berkarya dengan lebih berempati, penuh rasa hormat, dan pengertian," ujar Nessie Judge.
"Kepada semua orang di Jepang, kepada keluarga korban, dan kepada semua yang merasa kecewa di Indonesia, saya menyampaikan permintaan maaf yang tulus dari lubuk hati saya yang paling dalam," tutupnya sambil sekali lagi membungkukkan badan.
Kontributor : Yoeni Syafitri Sekar