Suara.com - Leo Pictures mengumumkan jumlah penonton film Sosok Ketiga: Lintrik yang tayang di bioskop mulai Kamis, 6 November 2025.
Dalam tiga hari, jumlah penonton film yang disutradarai Fajar Nugros tersebut berhasil mencapai angka 273.889.
Sebagaimana diketahui, film bergenre horor masih disukai masyarakat Indonesia.
Terbukti dengan perolehan penonton harian film Sosok Ketiga: Lintrik yang menjadi tertinggi, bahkan mengalahkan Predator: Badlands.
Ulasan untuk film Sosok Ketiga: Lintrik di media sosial pun cukup baik, salah satunya dari akun X @raditz87.
"Film horror tentang pelet yang plot twist yang cukup menarik dan gore-nya lumayan," komentarnya.
Selain horor, film Sosok Ketiga: Lintrik juga menyajikan cerita perebut laki orang alias pelakor yang mudah mencuri perhatian masyarakat Tanah Air.
Sosok Ketiga: Lintrik menceritakan rumah tangga Ario (Wafda Saifan) dan Andin (Adinda Thomas) yang baru berusia enam bulan, tetapi sudah diganggu pelakor.
Ario berselingkuh dengan wanita kaya bernama Naura (Aulia Sarah) yang menggunakan ilmu pelet Lintrik.
Bukan hanya terancam kehilangan suami, Andin harus pula menghadapi teror gaib yang tak berkesudahan.
Di hari yang sama dengan perilisan film Sosok Ketiga: Lintrik, Pangku dan Kuncen juga tayang di bioskop.
Film Kuncen menawarkan cerita horor pendakian gunung dengan Davina Karamoy sebagai pemainnya.
Sementara Pangku merupakan karya debut penyutradaraan Reza Rahadian yang dibintangi Claresta Taufan, Fedi Nuril, dan Christine Hakim.
Meski sama-sama horor, Kuncen hanya memperoleh sekitar 36 ribu penonton di hari ketiga penayangan, beda jauh dengan Sosok Ketiga: Lintrik.
Sedangkan Pangku ditonton sekitar 170 ribu orang di hari ketiga.
Meski tertinggal cukup jauh pula dengan Sosok Ketiga: Lintrik, Pangku masih memperoleh penonton harian yang stabil.
Bahkan jumlah penonton harian Pangku berada di posisi ketiga setelah Sosok Ketiga: Lintrik dan Predator: Badlands.
Padahal ulasan film Pangku sangat baik, seperti yang dituliskan Ika Natassa melalui akun X miliknya.
"Pangku menjadi satu-satunya film Indonesia yang bikin aku lama merenung seperti sehabis nonton film-filmnya (Sutradara Jepang, Hirokazu) Koreeda," tulisnya.
Ika Natassa menyukai cerita film Pangku tentang perempuan yang dipaksa bertahan di dunia yang kejam.
Film Pangku menyorot hal yang menurut Ika Natassa jarang dilakukan, yaitu mengapresiasi cara seseorang bertahan hidup.
"Reza Rahadian menuangkan cintanya pada sinema dan sensitivitasnya pada kegetiran hidup dalam sebuah cerita yang tak terlupakan," pungkasnya.
Kontributor : Neressa Prahastiwi