Tiba waktunya, sang ibu menyuruh anaknya itu untuk membawa waluh kukus itu untuk dimakan bersama anak-anak lain yang mengaji di musala.
Sang ibu yakin waluhnya akan habis karena rasanya yang enak. Namun saat waluh disajikan, ternyata hanya satu-dua anak yang memakannya.
Hingga akhirnya ada satu anak yang paling besar bernama Yati yang datang dan langsung menghina waluh kukus buatan sang ibu.
“Pas sampai di ember waluh kukus makku, dia nyuma nyeker-nyeker pake ujung jari kayak orang jijik. Sambil ngomong, "Hiii panganan opo iki? Mosok koyok taek ngene dikekno uwong?"(Hi, makanan apaan nih? Masa bentuk kayak tai gini dikasih ke orang?)” tulisnya.
Ainay yang tak terima makanan ibunya dihina lalu memarahi Yati, ia tak terima waluh kukus yang sudah disimpan sang ibu berbulan-bulan demi memberi makanan untuk teman-temannya justru dihina.
Ainay pulang dengan perasaan hancur, ia membawa kembali waluh kukus yang masih tersisa sangat banyak.
Di jalan menuju pulang, Ainay memakan waluh kukus tersebut seorang diri. Ia ingat wajah sang ibu yang begitu bahagia saat akhirnya bisa menyajikan sesuatu untuk anak-anak pengajian.
Namun karena tak sanggup, Ainay akhirnya muntah setelah terlalu banyak memakan waluh kukus buatan sang ibu.
Setibanya di rumah, ia mengaku pada sang ibu bahwa waluhnya laris manis dan teman-temannya menyukainya.
“Kusebutin nama anak-anak yang tadi ada di langgar. Terus makku ngucap alhamdulillah berkali-kali karena makanan yang beliau taruh di langgar untuk anak-anak ngaji beneran habis dimakan, nggak mubazir,” tulis Ainay.
Sejak saat itu, Ainay mengaku dirinya tidak pernah makan waluh kukus lagi karena teringat sang ibu.
Hingga kini tagar Yati waluh kukus masih kerap menjadi trending topik di X karena kisahnya yang viral.
Sementara itu, Falcon belum memberikan informasi lebih lanjut terkait film Waluh Kukus yang siap dirilis.
Kontributor : Rizka Utami