-
Fedi Nuril menghadapi tantangan baru dalam film Qorin 2 karena harus mempelajari alat musik tradisional Sunda, karinding, sebagai properti penting cerita.
-
Ia mengaku kesulitan memainkannya, karena karinding membutuhkan teknik khusus melibatkan lidah, kerongkongan, dan napas.
-
Setelah berlatih dengan guru ahli, Fedi berusaha menciptakan melodi ikonik yang menjadi penanda munculnya teror dalam film yang tayang 11 Desember 2025.
Suara.com - Aktor kenamaan Fedi Nuril menghadapi tantangan unik saat mendalami perannya dalam film horor terbaru, "Qorin 2".
Lelaki kelahiran Jakarta, 1 Juli 1982 itu dituntut untuk mahir memainkan alat musik tradisional Sunda, karinding.
Bukan sekadar pelengkap, instrumen yang terbuat dari bambu atau pelepah aren itu menjadi properti kunci dalam film.
Dalam film "Qorin 2" yang dijadwalkan tayang 11 Desember 2025, alat musik karinding diceritakan sebagai media untuk memanggil qorin.
Qorin sendiri dalam kepercayaan Islam adalah jin yang mendampingi setiap manusia sejak lahir dengan tugas menyesatkannya.
![Fedi Nuril dalam perilisan poster dan trailer film Qorin 2 di XXI Senayan City, Jakarta Pusat, Senin, 10 November 2025. [Suara.com/Adiyoga Priyambodo]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/11/10/21465-fedi-nuril.jpg)
Aktor yang memulai kariernya sebagai model ini mengaku sempat meremehkan tingkat kesulitan memainkan karinding.
Ia mengira cara memainkannya akan semudah meniup suling, namun dugaannya salah besar.
"Aku tentu langsung minta alatnya ya untuk latihan, dan ternyata susah. Saya pikir mungkin kayak suling gitu kan, ternyata nggak," papar Fedi Nuril dalam sesi perilisan poster dan trailer film di XXI Senayan City, Jakarta Pusat, Senin, 10 November 2025.
"Jadi kalau dari luar terlihat kayak cuma dijepit bibir, tapi ternyata kerongkongan sama lidah berperan gitu di situ, untuk bisa mengeluarkan suaranya," sambungnya lagi.
Memainkan karinding memang membutuhkan teknik khusus yang melibatkan resonansi suara dari rongga mulut, gerakan lidah, dan pengaturan napas.
![Fedi Nuril dalam perilisan poster dan trailer film Qorin 2 di XXI Senayan City, Jakarta Pusat, Senin, 10 November 2025. [Suara.com/Adiyoga Priyambodo]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/11/10/50771-fedi-nuril.jpg)
Bunyi yang dihasilkan berasal dari getaran 'cecet ucing' (lidah getar) di bagian tengah alat yang dipukul oleh jari.
Menyadari perannya krusial, sang aktor tidak mau main-main dan berusaha mencari guru untuk membantunya.
Ayah dari tiga anak ini mengakui bahwa menemukan orang yang ahli memainkan karinding di Jakarta bukanlah perkara mudah.
Sampai akhirnya, usaha Fedi Nuril membuahkan hasil setelah pencarian yang cukup alot.
"Dia datang, dia ngajarin," paparnya.
Tantangan bagi Fedi Nuril tidak berhenti setelah bisa membunyikan karinding tersebut.
Ia menjelaskan bahwa ada tugas yang lebih berat, yaitu menciptakan melodi yang khas dan ikonik.
Suara karinding dalam film harus menjadi penanda kemunculan teror, sebuah audio-cue yang langsung membangun ketegangan bagi penonton.
"Karena PR-nya adalah bukan hanya bisa membunyikan suara, tapi harus membuat nada yang nanti ketika orang nonton, ada bunyi itu dan menjadi ciri khas yang ikonik gitu, untuk memberikan ciri khas di filmnya bahwa nih akan terjadi sesuatu," ucap Fedi Nuril.
Film "Qorin 2" sendiri akan mengisahkan tentang Makmur (diperankan Fedi Nuril) yang bersekutu dengan qorin untuk melindungi anaknya dari perundungan.