Suara.com - Film Agak Laen: Menyala Pantiku! menutup tahun 2025 dengan perolehan 10 juta penonton.
Perolehan tersebut membuat Agak Laen yang kedua ini menjadi film Indonesia ketiga dengan jumlah penonton lebih dari 10 juta.
Muhadkly Acho selaku sutradara sekaligus penulis skenario film Agak Laen, baik yang pertama maupun kedua, lantas berbagi perasaannya.
Di hari pertama tahun 2026, Acho menceritakan proses menulis skenario Agak Laen: Menyala Pantiku! yang penuh drama.
Acho rupanya tak sengaja menghapus file skenario film Agak Laen yang kedua, padahal sudah ditulis sekitar 70 persen.
"Bulan Maret lalu, saya dengan bodohnya tanpa sengaja menghapus file yang berisi skenario AGAK LAEN: Menyala Pantiku! yang sudah 70 persen saya tulis," ungkap Acho.
"Padahal deadline tinggal beberapa hari lagi. Iya, saya sebodoh itu," sambungnya dengan tambahan emoji menangis.
Muhadkly Acho sedang syuting film Tinggal Meninggal ketika skenario film Agak Laen yang kedua tak sengaja ia hapus.
Semua berawal dari Acho ingin membuat opsi adegan dan menyimpannya sebagai file baru.
"Tapi tanpa sengaja saya malah me-replace file skenario utama yang sudah saya tulis 70 persen," jelasnya.
![Agak Laen: Menyala Pantiku! film Indonesia ketiga tembus 10 Juta penonton. [Instagram/@imajinari.id]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/12/31/50092-agak-laen.jpg)
Kejadian yang begitu cepat itu membuat Muhadkly Acho serasa tersambar petir di siang bolong.
Acho juga kesulitan bernapas dan tubuhnya jadi lemas. Ia tak bisa membayangkan Agak Laen: Menyala Pantiku! batal syuting gara-gara kecerobohannya.
Kejadian paling mengerikan di tahun 2025 itu pun hanya diketahui oleh lima orang, termasuk Rosfika Nursiandiny sang istri.
Berkat sang istri pula, Muhadkly Acho mencoba menulis lagi skenario film Agak Laen: Menyala Pantiku! dari awal.
"Setelah beberapa saat bengong dan mau nangis karena yakin kalau file itu gak akan bisa dikembalikan, istri saya @mariatanzill meluk saya sambil bilang 'bisa sayang, pelan-pelan aja'," beber Acho.
Sembari syuting film Tinggal Meninggal, ditambah sang buah hati dirawat di rumah sakit, Muhadkly Acho berusaha menulis skenario Agak Laen: Menyala Pantiku! dari nol.
Dalam waktu tiga hari tiga malam, Acho berhasil memperbaiki kesalahannya,
"Ternyata, di 3 malam saya nulis di rumah sakit, justru ide-ide mengalir deras, termasuk adegan masjid yang sangat religius itu," kata Acho.
"Dan Alhamdulillah, tepat di malam takbiran, saya akhirnya berhasil merampungkan draft pertama," imbuhnya.
Melalui pengalamannya tersebut, Muhadkly Acho semakin meyakini bahwa ada kemudahan di balik setiap kesulitan.
"Malam itu saya kembali diingatkan, inna ma’al usri yusra. Bersama kesulitan, ada kemudahan," pungkasnya.
Menaggapi cerita Acho, pujian ramai dituliskan warganet maupun rekan-rekan Muhadkly Acho seperti Indra Jegel, Boris Bokir, Ernest Prakasa, serta Indah Permatasari.
Film Agak Laen: Menyala Pantiku! hingga saat ini masih tayang di bioskop-bioskop Tanah Air.
Jumlah penonton harian yang masih stabil sampai hari ke-35 membuat film Agak Laen: Menyala Pantiku! diyakini akan mampu melampaui capaian KKN di Desa Penari dan Jumbo sehingga menjadi film Indonesia terlaris sepanjang masa.
Bagaimana pendapatmu?
Kontributor : Neressa Prahastiwi