Suara.com - Sosok Roby Tremonti disorot publik menyusul dirilisnya buku Broken Strings karya Aurelie Moeremans.
Roby dicurigai sebagai Bobby, pelaku child grooming terhadap Aurelie ketika masih remaja. Merasa tersendiri pengakuan Aurelie, ia pun berikan klarifikasi di media.
Di tengah derasnya hujatan publik pada Roby Tremonti, Tengku Zanzabella angkat bicara.
Zanzabella menilai publik perlu menahan diri dan tak terburu-buru menyimpulkan identitas maupun kesalahan seseorang hanya berdasarkan asumsi dan potongan cerita yang berkembang.
Menurutnya, empati terhadap kondisi masa lalu Aurelie memang penting, namun tidak seharusnya menghilangkan prinsip kehati-hatian dan asas praduga tak bersalah.
Ia menilai apa yang terjadi saat ini justru berpotensi menciptakan ketidakadilan baru bagi Roby Tremonti.
“Jadi ada ketidakadilan yang dilakukan oleh para netizen kita yaitu memvonis dengan langsung menunjuk orangnya seperti Roby gitu. Dengan tidak mengurangi empati kita terhadap korban ya, kita itu nggak boleh juga memvonis langsung kalau dia adalah pelakunya gitu,” kata Tengku Zanzabella.
Lebih lanjut, Zanzabella juga menyoroti dampak serius dari tudingan publik yang tidak disertai bukti hukum.
Menurutnya, ketika seseorang ditunjuk dan dihakimi ramai-ramai, reputasi dan kehidupan pribadinya bisa runtuh, terlepas dari benar atau tidaknya tuduhan tersebut.
Baca Juga: Tengku Zanzabella Soroti Pola Asuh Orang Tua Aurelie Moeremans
“Kalau misalnya si Roby itu klarifikasi karena dia menyangka itu dia karena mungkin orang menunjuk dia dan memvonis dia adalah orang tersebut yang melakukan abuse atau apapun itu maka reputasi dia jatuh ya,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, Roby Tremonti memang sempat menyangkal tuduhan dirinya melakukan grooming dan pedofilia yang banyak dituduhkan terhadapnya.
"Saya menolak disebut melakukan grooming atau pedofilia. Saya memiliki bukti video wawancara lama di mana Aurelie mengakui bahwa dia sudah berciuman pertama kali pada umur 13 tahun di Belgia, jauh sebelum mengenal saya," ucapnya.
Terkait tudingan pernikahan paksa dan ancaman penyebaran foto asusila, menurutnya tuduhan tersebut sangat tidak logis. Roby pun menantang pihak manapun untuk membuktikan keberadaan foto yang dimaksud.
"Logikanya sederhana, jika saya sejahat itu, foto-foto itu pasti sudah tersebar sekarang karena saya tidak terima dituduh macam-macam. Saya menantang untuk membuktikan keberadaan foto telanjang tersebut. Sampai detik ini, tidak ada foto seperti itu di jagat maya," ujarnya lagi.
Selain itu, Roby Tremonti juga mempertanyakan mengapa isu-isu seperti KDRT, penculikan, hingga pemerkosaan baru ramai dibicarakan di media sosial sekarang.