Suara.com - Di tengah duka mendalam kehilangan sosok selebgram Lula Lahfah, banyak yang penasaran dengan penyebab kematiannya.
Lula Lahfah ditemukan meninggal dunia di apartemennya hingga membuat banyak spekulasi muncul tentang penyebabnya.
Beredarnya surat keterangan kematian Lula Lahfah ini membantah tentang rumor miring penyebab selebgram 26 tahun ini meninggal karena overdosis.
Dalam surat yang ditandatangani seorang dokter umum bernama dr Rizki Nirwandhi Putra, penyebab kematiannya dibeberkan.
Sang dokter menyatakan Lula Lahfah meninggal dunia pada 23 Januari 2026 tepat pukul 19.20 WIB karena henti jantung atau henti napas.
"Pada tanggal 23 Januari 2026 tepatnya pukul 19.20 WIB dikarenakan atau disebabkan oleh henting jatung/henti napas," keterangan dalam surat itu.
Surat itu dikeluarkan Mardhiyah sebuah medical clinic yang berlokasi di Depok.
Sekilas tentang henti jantung dan henti napas, ini secara medis keduanya memang merupakan kondisi darurat medis (emergency) yang membutuhkan penanganan segera.
Meskipun sering terjadi bersamaan, keduanya adalah kondisi yang berbeda secara mekanisme.
Henti jantung terjadi ketika sistem "listrik" jantung bermasalah, sehingga jantung tiba-tiba berhenti berdenyut.
Jantung tidak lagi memompa darah ke otak dan seluruh tubuh.
![Jenazah Lula Lahfah dimasukkan ke dalam mobil untuk disalatkan di Masjid As Syifa RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, Sabtu (24/1/2026). [Tiara Rosana/Suara.com]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/01/24/25652-lula-lahfah.jpg)
Orang tersebut tiba-tiba pingsan, tidak sadarkan diri, dan tidak ditemukan denyut nadi.
Sementara, henti napas terjadi ketika seseorang berhenti bernapas secara efektif, tetapi jantungnya mungkin masih berdenyut untuk sementara waktu.
Paru-paru tidak lagi mengambil oksigen atau mengeluarkan karbon dioksida.
Jika tidak segera ditangani, kurangnya oksigen ini akan menyebabkan jantung ikut berhenti (henti jantung).
Gejalanya tidak ada gerakan dada, wajah/bibir mulai membiru (sianosis), atau pingsan.
Sebelumnya, Lula Lahfah pernah curhat saat dirinya masuk rumah sakit pada awal Januari 2026.
Dia menyebut menderita beberapa penyakit yang cukup serius sehingga dirinya haru melawati tahun baru di rumah sakit.
"Borongan, ISK, usus bengkak radang, batu ginjal, gerd," balas Lula saat ada yang tanya dia sakit apa.
Polisi juga menemukan obat-obatan dan surat dokter di apartemen saat memeriksa kamar Lula.
"Di lokasi ditemukan obat-obatan dan surat rawat jalan dari RSPI (Rumah Sakit Pondok Indah)," tulis Kapolres Metro Jakarta Selatan dalam laporannya.
Kontributor : Tinwarotul Fatonah