Lagi Jadi Sorotan, Begini Cara Menonton Film Dokumenter Pesta Babi

Sumarni

Senin, 11 Mei 2026 | 13:49 WIB
Lagi Jadi Sorotan, Begini Cara Menonton Film Dokumenter Pesta Babi
Petikan trailer film dokumenter Pesta Babi [YouTube/Indonesia Baru]
baca 10 detik
  • Film dokumenter Pesta Babi karya Cypri Paju Dale dan Dandhy Laksono mengangkat isu perjuangan masyarakat adat Papua.
  • Film tersebut tidak ditayangkan secara luas, melainkan melalui kegiatan nonton bareng yang diatur secara ketat oleh penyelenggara.
  • Publik harus mematuhi syarat pendaftaran dan aturan distribusi untuk menyaksikan film yang membahas eksploitasi di wilayah Papua.

Suara.com - Film dokumenter Pesta Babi tengah menjadi sorotan publik dan ramai diperbincangkan di media sosial. Berbeda dengan film pada umumnya yang dapat disaksikan di bioskop atau platform streaming, dokumenter ini tidak ditayangkan secara luas untuk masyarakat umum.

Penonton hanya bisa menyaksikannya melalui kegiatan nonton bareng atau nobar yang diselenggarakan oleh komunitas maupun kelompok tertentu dengan syarat dan ketentuan khusus.

Informasi mengenai cara menonton film dokumenter tersebut dibagikan oleh sejumlah akun Instagram. Salah satunya akun @idbaruid yang mengunggah tata cara penyelenggaraan nobar bagi masyarakat yang ingin menyaksikan film tersebut bersama komunitas atau teman-temannya.

Dalam unggahannya, akun itu menyampaikan apresiasi atas tingginya minat masyarakat untuk menjadi penyelenggara nobar.

“Terima kasih atas antusiasme kamu jadi penyelenggara nobar Pesta Babi. Seluruh pendaftaran nobar sedang kami follow up. Cek email yang didaftarkan dan pastikan nomor WhatsApp serta email yang kamu masukkan benar dan aktif,” tulis akun tersebut dalam unggahannya.

Selain itu, mereka juga membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin mengadakan pemutaran secara mandiri. Penyelenggara cukup mendaftarkan diri melalui tautan yang telah disediakan dan mengikuti ketentuan yang berlaku.

“Kamu juga bisa bikin nobar sendiri sama teman-teman atau komunitasmu. Daftar dan cek ketentuannya di bit.ly/musimnobar_pestababi,” lanjut unggahan tersebut.

Meski terbuka untuk komunitas tertentu, terdapat sejumlah syarat yang wajib dipatuhi peserta maupun penyelenggara.

Salah satu aturan utama adalah peserta nobar harus minimal 10 orang. Selain itu, film dokumenter tersebut tidak boleh direkam, disebarkan, ataupun didistribusikan ulang dalam bentuk apa pun.

baca juga

Ketentuan ini dibuat untuk menjaga hak distribusi dan keamanan konten film.

Penyelenggara nobar juga diwajibkan mengirimkan dokumentasi kegiatan mereka setelah acara berlangsung. Dokumentasi tersebut kemudian harus diunggah ke media sosial dengan menandai akun penyelenggara dan menggunakan tagar #papuabukantanahkosong.

Tagar itu menjadi bagian dari kampanye yang ingin menyuarakan isu yang diangkat dalam film dokumenter tersebut.

Film dokumenter Pesta Babi sendiri merupakan karya sutradara Cypri Paju Dale dan Dandhy Laksono. Film ini mengangkat perjuangan masyarakat adat di wilayah selatan Papua dalam mempertahankan tanah leluhur mereka.

Dokumenter tersebut menyoroti dampak proyek-proyek besar yang mengatasnamakan ketahanan pangan dan transisi energi terhadap kehidupan masyarakat adat.

Selain membahas persoalan lingkungan dan hak masyarakat adat, film ini juga menggambarkan situasi militerisasi serta sejarah panjang eksploitasi yang terjadi di Papua.

Karena mengangkat isu sensitif dan penuh kontroversi, dokumenter ini menarik perhatian luas dari publik, aktivis, hingga komunitas pemerhati hak asasi manusia.

Ramainya pembicaraan mengenai film ini menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap isu-isu sosial, lingkungan, dan hak masyarakat adat di Papua.

Meski akses penayangannya terbatas, dokumenter Pesta Babi berhasil memancing diskusi publik mengenai kondisi masyarakat Papua dan berbagai persoalan yang mereka hadapi hingga saat ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sinopsis Pasar Setan yang Dibintangi Audi Marissa, Tayang Malam Ini di ANTV

Sinopsis Pasar Setan yang Dibintangi Audi Marissa, Tayang Malam Ini di ANTV

Entertainment | Senin, 11 Mei 2026 | 13:17 WIB

Sinopsis Film The Sheep Detectives, Misteri Pembunuhan yang Diselidiki Kawanan Domba

Sinopsis Film The Sheep Detectives, Misteri Pembunuhan yang Diselidiki Kawanan Domba

Entertainment | Minggu, 10 Mei 2026 | 22:00 WIB

Debut Jadi Eksekutif Produser, Irish Bella Pusing Urus Budget Film Horor Dosa

Debut Jadi Eksekutif Produser, Irish Bella Pusing Urus Budget Film Horor Dosa

Entertainment | Minggu, 10 Mei 2026 | 19:00 WIB

Pilihan Redaksi: 5 Film Netflix Siap Isi Malam Minggu dengan Adrenalin

Pilihan Redaksi: 5 Film Netflix Siap Isi Malam Minggu dengan Adrenalin

Entertainment | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:05 WIB

Sinopsis Gohan, Film Persahabatan Anjing dan Manusia yang Siap Bikin Nangis

Sinopsis Gohan, Film Persahabatan Anjing dan Manusia yang Siap Bikin Nangis

Entertainment | Jum'at, 08 Mei 2026 | 21:30 WIB

Sinopsis My Dearest Assassin, Film Thailand Penuh Aksi dan Romansa yang Tayang di Netflix

Sinopsis My Dearest Assassin, Film Thailand Penuh Aksi dan Romansa yang Tayang di Netflix

Entertainment | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:00 WIB

Terkini

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

×