- Awkarin diperiksa Polda Metro Jaya pada 29 Juni 2026 terkait kasus penipuan umrah Hanania Group tahun 2022.
- Penyidik mengajukan 33 pertanyaan mengenai kerja sama promosi berbasis barter fasilitas umrah antara selebgram tersebut.
- Awkarin menyerahkan uang saku dari Hanania Group kepada penyidik untuk kepentingan penyitaan dan penyidikan kasus.
Suara.com - Selebgram Karin Novilda alias Awkarin akhirnya memenuhi panggilan penyidik Polda Metro Jaya pada Senin (29/6/2026).
Kehadirannya ini terkait dengan kasus dugaan penipuan jemaah umrah yang menyeret Hanania Group (PT Khazanah Tama Internasional).
Didampingi kuasa hukumnya, Artahsasta Prasetyo Santoso, Awkarin menjalani pemeriksaan intensif selama beberapa jam dengan puluhan pertanyaan yang mencecar hubungannya dengan biro perjalanan tersebut.
Berikut adalah poin-poin penting dari pengakuan Awkarin di markas kepolisian:
Dicecar 33 Pertanyaan oleh Penyidik
Awkarin tiba di Polda Metro Jaya untuk memberikan klarifikasi yang sempat tertunda dari jadwal aslinya pada 9 Juni lalu.
Sang pengacara mengungkapkan bahwa kliennya kooperatif menjawab seluruh pertanyaan dari tim penyidik Unit 2 Subdit Keamanan Negara (Kamneg).
"Ada 33 pertanyaan yang diajukan seputar hubungan hukum antara Ibu Karin dengan Hanania Group," ujar Artahsasta kepada awak media.
Bukan Endorse Berbayar, Melainkan 'Barter'
Satu fakta menarik terungkap dalam pemeriksaan tersebut. Ternyata, kerja sama antara Awkarin dan Hanania Group bukan berupa kontrak uang tunai bernilai fantastis, melainkan sistem barter atau natura.
Awkarin mendapatkan fasilitas umrah gratis, dan sebagai imbalannya, ia wajib mengunggah konten di media sosialnya.
"Kerja samanya murni natura atau barter. Hanania memberikan fasilitas umrah, dan Ibu Karin melakukan posting daily story di Instagram. Total ada 12 postingan, terdiri dari 9 foto dan 3 video reels," jelas sang kuasa hukum.
Kembalikan Uang Saku ke Polisi
Meski bertajuk barter, Awkarin mengakui dirinya sempat menerima sejumlah uang saku saat keberangkatan tersebut.
Tak ingin terseret lebih jauh dalam aliran dana yang bermasalah, selebgram dengan jutaan pengikut ini secara sukarela menyerahkan uang tersebut kepada penyidik untuk disita.
"Klien kami telah mengembalikan uang saku kepada penyidik untuk dilakukan penyitaan. Mengenai nominalnya, silakan tanyakan kepada penyidik karena setiap influencer jumlahnya berbeda-beda," imbuh Artahsasta.
Klarifikasi Waktu Kejadian: "Itu Dua Tahun Lalu"
Awkarin menegaskan bahwa keberangkatannya dengan Hanania Group terjadi pada Juli hingga Agustus 2022.
Ia merasa perlu meluruskan persepsi publik yang mengira dirinya baru saja bekerja sama dengan travel tersebut di tengah kemelut kasus penipuan yang mencuat di tahun 2024.
"Kami bekerja sama itu sekitar dua tahun yang lalu. Kami tidak tahu-menahu apakah uang yang digunakan untuk membiayai kami saat itu berasal dari dana jemaah atau bukan. Itu ranah penyidik," ucap Awkarin.
Di akhir wawancara, Awkarin menyampaikan rasa prihatinnya yang mendalam kepada sekitar 1.000 jemaah yang gagal berangkat pada periode 2024.
Ia menegaskan kehadirannya di Polda adalah bentuk dukungan agar kasus ini segera terang benderang.
"Aku mau meluruskan dan bekerja sama dengan kepolisian agar para korban bisa mendapatkan hak-haknya kembali dan mendapatkan keadilan. Kami di sini ada di pihak korban dan siap mengawal kasus ini sampai tuntas," tutur Awkarin sebelum meninggalkan lokasi.
Kasus Hanania Group sendiri kini tengah menjadi sorotan tajam setelah ribuan calon jemaah melaporkan adanya dugaan penggelapan dana umrah.
Kehadiran figur publik seperti Awkarin hingga Davina Karamoy diharapkan dapat membantu kepolisian memetakan aliran dana dan operasional perusahaan tersebut di masa lalu.