- Lagu berjudul Lalaki Langit, Lalanang Bejat karya Bupati Purwakarta Om Zein viral karena dianggap mengandung stereotip negatif perempuan.
- Musisi Rossa dan Risa Sarasvati mengkritik lirik lagu tersebut melalui kolom komentar unggahan media sosial Atalia Praratya.
- Pencipta lagu, Om Zein, menyampaikan permintaan maaf dan menegaskan bahwa karya tersebut merupakan refleksi pribadi atas masa lalunya.
Cacak mun jadi awewe
Andai saja jadi perempuan
ES-Em-Pe kelas tilu
SMP kelas tiga
Tos Karuron tujuh kali
Sudah keguguran tujuh kali
Nuhun Gusti
Terima kasih Tuhan
Tos nyiptakeun kuring jadi lalaki
Sudah menciptakan aku jadi laki-laki
Teu kudu meuli kutang
Tidak usah membeli bra
Nu busana leuwih gede batan susu
yang busanya lebih besar dari payudara
Nuhun Gusti
Terima kasih Tuhan
Tos nyiptakeun kuring jadi lalaki
Sudah menciptakan aku jadi laki-laki
Teu kudu ngaprak-ngaprak apotek
Tak perlu cari apotek
Alatan telat bulan
Karena telat datang bulan (haid)
Nuhun Gusti
Terima kasih Tuhan
Tos nyiptakeun kuring jadi lalaki
Sudah menciptakan aku jadi laki-laki
Om Zein Sampaikan Permintaan Maaf
Di tengah derasnya kritik yang datang dari masyarakat maupun figur publik, Om Zein akhirnya memberikan klarifikasi mengenai maksud di balik lagu Lalaki Langit, Lalanang Bejat.
Ia membantah anggapan bahwa lagu tersebut dibuat untuk merendahkan atau menyindir perempuan.
Menurutnya, lagu itu merupakan refleksi atas pengalaman hidup dan proses introspeksi pribadi yang telah ditulis sejak 2020.
"Itu puisi dan lagu diciptakan tahun 2020, bercerita tentang diri saya sendiri. Berawal dari renungan atas perilaku saya sendiri yang menurut saya saat itu saya nakal," ujarnya dikutip dari laman resmi PPID Kabupaten Purwakarta.
Meski demikian, Om Zein mengakui bahwa setiap karya dapat ditafsirkan secara berbeda oleh masyarakat.
Oleh karena itu, ia menyampaikan permintaan maaf kepada pihak-pihak yang merasa tidak nyaman setelah lagu tersebut menjadi viral.
"Saya mohon maaf jika ada pihak yang merasa tidak nyaman dengan lirik lagu itu. Namun tidak bermaksud menyinggung pihak tertentu. Itu murni cerita tentang diri saya sendiri," ujarnya.