-
Lesley Vogel merilis pernyataan baru untuk menyerang karakter mendiang putrinya.
-
Sang ibu mengaku sengaja memutus kontak demi menghindari perilaku destruktif Hayden.
-
Publik mengecam Vogel karena enggan mengakui kesalahan pola asuhnya di masa lalu.
Suara.com - Lesley Vogel secara mengejutkan memilih menyerang balik mendiang putrinya setelah memanen hujatan luas dari masyarakat. Ibu Hayden Panettiere ini justru menyudutkan karakter sang anak alih-alih meredakan kontroversi yang sedang memanas.
Langkah defensif ini muncul sebagai respons atas kritik tajam terhadap komentar awalnya pascakematian Hayden pada 16 Agustus lalu. Publik menilai Vogel sama sekali tidak menunjukkan rasa belasungkawa layaknya seorang ibu yang sedang berduka.
Vogel bahkan membeberkan konflik masa lalunya demi menjustifikasi keputusannya memutus hubungan kekeluargaan dengan sang putri. Sang ibu mengklaim tindakan drastis tersebut merupakan jalan keluar dari trauma panjang yang ia alami selama dua dekade.

Penolakan atas tudingan eksploitasi anak ini disampaikan Vogel secara eksklusif kepada Page Six baru-baru ini. Ia membantah keras kesaksian Hayden dalam memoar berjudul This Is Me: A Reckoning terbitan Mei lalu.
Mantan manajer artis ini terang-terangan menyebut putrinya memiliki masalah kejiwaan yang manipulatif.
"Terdapat 'gaya' kepribadian yang terwujud sebagai kebutuhan untuk memegang kendali, merasa berhak, dan kurangnya empati," ujar Vogel.
Serangan karakter berlanjut dengan tudingan bahwa mendiang selalu hidup dalam ketakutan akan penilaian orang lain.
"Ketakutan terbesarnya adalah seseorang akan menembus topeng yang mereka tampilkan kepada dunia dan menemukan siapa mereka sebenarnya," tambah Vogel.
Ia kemudian merinci alasan di balik kehancuran hubungan ibu dan anak tersebut secara terbuka. Vogel mengaku sengaja menjauh demi melindungi dirinya sendiri dari perilaku destruktif sang aktris.
"Setelah 20 tahun mengalami trauma, saya mengikuti saran dari para profesional dan memilih jalur putus kontak," ungkap Vogel.
Ia mengklaim fenomena anak yang menghancurkan dirinya sendiri sangat akrab di kalangan orang tua industri hiburan.
"Tidak ada orang tua yang mengharapkan skenario ini; kami ingin anak-anak kami menjadi versi terbaik dari diri mereka sendiri dan menjalani kehidupan yang damai serta menyenangkan!" paparnya lebih lanjut. Namun, pembelaan panjang lebar ini justru semakin menyulut amarah warganet di media sosial.
Reaksi negatif langsung membanjiri ruang maya tak lama setelah pernyataan terbarunya menyebar luas. Banyak pengguna internet menyuruh Vogel diam dan menyebutnya sebagai musuh terbesar bagi darah dagingnya sendiri.
Menyadari kecaman yang makin tak terkendali, Vogel mencoba menyematkan pesan bernada perpisahan manis untuk putrinya.
"Saya berharap semua orang mengingat Hayden sebagai manusia yang cantik di dalam dirinya dan hadiahnya bagi dunia dari waktunya di bumi ini," tulisnya.