- Musisi Maia Estianty lahir di Surabaya pada tanggal 27 Januari 1976 dari pasangan Harjono Sigit dan Kusthini.
- Maia Estianty merupakan cicit dari pahlawan nasional HOS Tjokroaminoto melalui garis keturunan ayah kandungnya.
- Ia memiliki garis keturunan dari Keraton Kasunanan Surakarta dan menyandang gelar kehormatan Kanjeng Mas Ayu.
Suara.com - Banyak orang mengenal Maia Estianty sebagai musisi berbakat, mantan personel Duo Ratu dan Duo Maia, serta ibu dari Al Ghazali, El Rumi, dan Dul Jaelani. Di balik karier yang cemerlang di dunia hiburan, latar belakang keluarganya ternyata menyimpan kisah yang jauh lebih dalam dan bersejarah.
Nama besar yang melekat pada Maia Estianty bukan hanya hasil kerja keras pribadi, melainkan juga warisan darah yang terhubung dengan tokoh-tokoh penting Indonesia.
Pertanyaan tentang apakah Maia Estianty keturunan bangsawan sering muncul di kalangan penggemarnya. Ternyata, ia memiliki garis keturunan dari Keraton Kasunanan Surakarta dan bahkan menyandang gelar Kanjeng Mas Ayu.
Selain hubungan dengan keraton, silsilah keluarga Maia Estianty juga terhubung erat dengan pahlawan nasional Haji Oemar Said Tjokroaminoto atau HOS Tjokroaminoto. Tokoh yang dijuluki “Raja Jawa Tanpa Mahkota” ini merupakan pemimpin Sarekat Islam dan mentor bagi banyak pejuang kemerdekaan, termasuk Soekarno.
Untuk memahami sepenuhnya posisi Maia dalam garis keturunan tersebut, perlu ditelusuri secara runtut silsilah keluarganya dari pihak ayah. Dari situlah terlihat jelas bagaimana darah pejuang dan kemungkinan darah bangsawan mengalir hingga ke generasi sekarang.
Silsilah Keluarga Maia Estianty

Maia Estianty lahir di Surabaya pada 27 Januari 1976 sebagai anak kelima dari enam bersaudara.
Ayahnya, Ir. Harjono Sigit Bachroensalam (juga dikenal sebagai Harjono Sigit), adalah seorang arsitek dan akademisi terkemuka yang pernah menjabat sebagai Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya periode 1982–1986. Ibunya bernama Kusthini. Keluarga ini tumbuh dalam suasana terpelajar dan beragama Islam.
Garis keturunan yang paling menonjol datang dari pihak ayah. Harjono Sigit adalah putra dari Siti Oetari Tjokroaminoto. Siti Oetari sendiri merupakan putri sulung HOS Tjokroaminoto. Dengan demikian, HOS Tjokroaminoto adalah kakek buyut Maia, menjadikan Maia sebagai cicit atau generasi keempat dari tokoh besar tersebut.
Siti Oetari sempat menikah dengan Ir. Soekarno pada tahun 1921. Pernikahan itu berlangsung singkat hingga 1923 dan tidak menghasilkan keturunan.
Setelah bercerai secara baik-baik, Siti Oetari menikah lagi dengan Sigit Bachroensalam (Bachrun Salam). Dari pernikahan kedua inilah lahir Harjono Sigit, ayah Maia. Jadi, Maia bukan keturunan Soekarno, melainkan cucu Siti Oetari melalui suami keduanya.
HOS Tjokroaminoto sendiri berasal dari keluarga terpandang di Ponorogo. Ia memiliki hubungan dengan Kiai Ageng Hasan Besari dari Pondok Pesantren Tegalsari, yang memperkuat status keluarga sebagai golongan ningrat atau priyayi Jawa. Julukan “Raja Jawa Tanpa Mahkota” yang disematkan kepadanya mencerminkan pengaruh besarnya di tengah masyarakat tanpa jabatan formal kerajaan.
Maia juga memiliki garis keturunan dari Keraton Kasunanan Surakarta dan menyandang gelar Kanjeng Mas Ayu. Gelar tersebut biasanya diberikan kepada keturunan atau kerabat keraton yang memiliki hubungan darah atau pengakuan tertentu.
Meskipun detail resmi mengenai pemberian gelar ini tidak selalu dibahas secara mendalam di sumber-sumber akademik, fakta ini sering dikaitkan dengan aura bangsawan yang melekat pada diri Maia.
Keberadaan garis keturunan ini pernah diperkuat ketika Maia mewakili keluarga HOS Tjokroaminoto dalam peringatan Hari Pahlawan tahun 2019. Momen tersebut menjadi bukti publik bahwa keluarga mengakui dan menghormati hubungan historis tersebut.
Di luar silsilah, Maia tumbuh dalam keluarga yang menekankan pendidikan dan disiplin. Ayahnya yang tegas dan ibu yang penuh kasih membentuk karakter kuat pada diri Maia.
Ia memiliki saudara kandung bernama Hendy Sutanto, Winny Sulistianti, Pinky Evianti, Astri Merianti, dan Syntia Livianti. Meskipun kini tinggal terpisah, hubungan keluarga tetap terjalin harmonis.
Dengan demikian, jawaban atas pertanyaan apakah Maia Estianty keturunan bangsawan adalah ya, dalam arti luas. Ia memiliki warisan darah dari keluarga priyayi dan pejuang nasional melalui HOS Tjokroaminoto, serta dilaporkan memiliki hubungan dengan Keraton Kasunanan Surakarta beserta gelar Kanjeng Mas Ayu.