- Sarwendah buka suara pada Kamis (22/10/2026) untuk melawan narasi sepihak terkait perceraiannya dengan Ruben Onsu.
- Ia meminta warganet menghentikan perundungan terhadap kedua anaknya serta tidak menyederhanakan polemik keluarga menjadi drama media sosial.
- Sarwendah mengklarifikasi bahwa syarat tes kesehatan bagi Ruben Onsu diajukan murni demi melindungi kesehatan anak-anak mereka.
Suara.com - Perselisihan setelah perceraian antara Sarwendah dan mantan suaminya, Ruben Onsu, kian menjadi sorotan publik.
Merasa terus disudutkan oleh narasi sepihak di ruang maya, mantan personel Cherrybelle ini akhirnya buka suara dan meluapkan isi hatinya sebagai bentuk perlawanan terbuka.
Sarwendah secara tajam menyoroti standar ganda di masyarakat yang kerap menuntut kaum perempuan untuk selalu tenang, pasrah, dan menahan emosi di tengah konflik rumah tangga.
"Saya sering berpikir, apakah seorang perempuan hanya akan dipercaya jika ia selalu tenang, enggak pernah marah, enggak pernah membalas, selalu diinjak-injak, dan enggak pernah memperlihatkan emosinya?" Sarwendah kepada awak media, Kamis (22/10/2026).
"Ketika ia melawan, menunjukkan dirinya tidak setuju, apakah sikap itu akan dipakai untuk memperkuat prasangka yang sudah ada?"
![Ruben Onsu dan Sarwendah Ditemui di Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Sabtu (9/7/2022) [Suara.com/Rena Pangesti].](https://media.suara.com/pictures/653x366/2022/07/09/22241-ruben-onsu-dan-sarwendah-ditemui-di-lebak-bulus-jakarta-selatan-sabtu-972022.jpg)
Sebagai manusia biasa, Sarwendah mengaku memiliki batas kesabaran. Menurutnya, respons emosional yang tak sempurna seharusnya tidak menghapus hak seseorang untuk didengarkan secara objektif.
"Saya tidak meminta orang untuk langsung berpihak kepada saya. Saya hanya berharap orang bisa melihat persoalan ini secara utuh," imbuh ibu dua anak tersebut.
Minta Netizen Tak Jadikan Anak Sasaran Perundungan
Sarwendah juga menyayangkan kecenderungan warganet yang kerap menyederhanakan polemik perceraian figur publik layaknya drama, lengkap dengan pembagian peran siapa korban (victim) dan siapa pelaku kesalahan (villain).
Padahal, realitas persoalan keluarga, nafkah, hingga pola asuh anak jauh lebih kompleks dari sekadar apa yang tampak di media sosial.
![Sarwendah [Instagram]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/02/88776-sarwendah.jpg)
Di tengah memanasnya sorotan publik, ia melayangkan permohonan tulus demi melindungi kesehatan mental kedua putrinya, Thalia dan Thania Putri Onsu.
"Di tengah semua polemik ini, saya berharap kepentingan anak-anak tetap menjadi perhatian utama. Dan saya mohon, konflik kedua orangtua tidak ada sangkut pautnya dengan anak-anak. Jangan di-bully anak-anaknya, jangan membuat narasi tidak baik tentang mereka," tuturnya dengan nada emosional.
Duduk Perkara Rekaman Bukti dan Syarat Tes Kesehatan
Terkait langkahnya merilis bukti rekaman ke ruang publik yang sempat menuai perdebatan sengit, perempuan dengan 33 juta pengikut di Instagram ini meminta publik menahan diri dari menghakimi karakternya.
Baginya, langkah tersebut diambil semata demi meluruskan fakta nyata, bukan membangun persepsi liar.