SUARA GARUT - Ribuan guru Calon Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (CPPPK) yang mengalami ketidaksesuaian penempatan tengah menantikan pengumuman hasil akhir.
Dihimpun garut.suara.com dari berbagai sumber, berbagai upaya sudah dilakukan agar penenpatan mereka bisa berubah sesuai domisili masing-masing.
Pengurus Fagar Kabupaten Garut Ma'mol Arif mengatakan, pihaknya sudah melakukan upaya bersama Disdik dan BKD ke Kemendikbudristek untuk mengusulkan perubahan penempatan tugas CPPPK guru.
"Data yang kami laporkan sekitar 1 ribu delapan ratus lebih, dari total sebanyak tiga ribu guru lolos PG," kata Ma'mol beberapa waktu lalu.
Adanya penempatan lintas kecamatan, salah satu permasalahan yang mereka laporkan ke kemendikbudristek imbuh Waketum Fagar.
"Tentu banyak permasalahan lain, yang menjadi bahan laporan ke Kemendikbudristek," ujarnya.
Fagar berharap usulan yang telah disampaikan oleh Disdik dan BKD ke Kemendikbudristek dapat disetujui seluruhnya.
Meski begitu Ma'mol meyakini usulan pemkab Garut terhadap usulan perubahan penempatan tersebut dapat di acc Kemendikbudristek.
Terpisah di Provinsi Riau, dilansir dari halaman mediacentre.riau.go.id menyebutkan jumlah guru PPPK yang tidak sesuai penempatan jumlahnya cukup banyak.
Baca Juga: Awali Musim MotoGP 2023 dengan Gemilang, Alex Marquez: Saya Tidak Menyangka
Kepala BKD Riau Ikhwan mengatakan setidaknya terdapat 3,302 orang yang tidak sesuai penempatan.
Ikhwan menyebutkan hasil pertemuanya dengan pihak Kemendikbudristek, menyatakan tanggal 10 April 2023 akan diumumkan.
"Kita tunggu saja tanggal 10 April 2023, apakah akan ada hasil yang memuaskan sesuai usulan," kata Ikhwan.
Sementara itu, Pejabat Kemendikbudristek Ibnu menegaskan jawaban terkait permasalahan penempatan akan disampaikan pasca pengumuman hasil sanggahan.
"Perubahan penempatan akan disampaikan setelah pengumuman hasil sanggah," kata Ibnu, saat dikonfirmasi garut.suara.com.(*)