SUARA GARUT - Penentuan awal puasa dan 1 syawal memang memiliki makna penting bagi umat Islam dunia, dibanding dengan bulan hijriyah lainnya.
Di Indonesia, secara resmi pengumumaan itu dilakukan pemerintah melalui Kementrian Agama RI yang melibatkan berbagai unsur ormas besar agama Islam yang ada di Indonesia.
Ormas besar keagamaan seperti Muhammadiyah memiliki metode penetapan penanggalan merujuk kepada metode hisab. Sedangakan ormas lain berdasarkan ru'yatul hilal.
Perbedaan ini lah yang sering melandasi perbedaan jatuh tempo awa puasa, Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha dengan yang lainnya.
Namun hal ini bukanlah sebuah perbedaan yang harus dipolemikan, ada hikmah yang selalu dapat diambil dari setiap perbedaan, yaitu ukhuwah Islamiyah dan Wathoniah yang tetap harus dijaga.
Dikutip dari akun Tiktok @muttaqienmosque, bahwa PP Muhammadiyah melalui Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dr.H Agung Danarto.M.Ag telah mengumumkan bahwa tanggal 1 Syawal 1444 H jatuh bertepatan dengan Hari Jumat, 21 April 2023.
Oleh karena itu untuk tahun ini nyaris untuk semua ormas besar kemungkinan tidak ada perbedaan tanggal penetapan, termasuk juga dengan beberapa negara sahabat seperti Malaysia dan Arab Saudi.
Namun secara resmi penetapan Hari Raya Idul Fitri ,1 Syawal 1444H, menunggu keputusan resmi pemerintah.(*)
Baca Juga: Kuncoro Jadi Tersangka KPK, Heru Budi Tunjuk Welfizon Yuza Sebagai Dirut Transjakarta