SUARA GARUT - Prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisikan (BMKG) lebaran di Indonesia telah dapat disimpulkan dari sekarang.
Namun keputusan finalnya tetap ada di Kementerian Agama Republik Indonesia yang akan melaksanakan sidang isbat pada Kamis (20/4/2023).
Berdasarkan hasil perhitungan BMKG, ketinggian hilal di Indonesia saat matahari terbenam pada 202 April 2023 berkisar antara 0,75 derajat di Merauke Papua dan 2,36 di Sabang Aceh.
Sementara itu, elongasi di Indonesia saat Matahari terbenam pada 20 April 2023, berkisar antara 1,48 derajat di Waris Papua sampai dengan 3,09 derajat di Sabang Aceh.
Menurut kriteria Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS) sebagai penentu penanggalan Hijriyah, ketinggian minimal 3 derajat didasarkan pada data global, elongasi minimal 6,4 derajat didasarkan pada rekor elongasi bulan terdekat.
Data tersebut menunjukkan perayaan lebaran Idul Fitri 1444 Hijriyah tahun 2023 akan jatuh pada hari Sabtu 22 April 2023.
"Jadi jika dilihat hilal tertinggi terjadi di Aceh dengan ketinggian 2,36. Sementara kebijakan di Indonesia, lebaran akan ditentukan jika ketinggian hilal sudah mencapai 3 derajat," kata Pelaksana tugas Kepala Pusat Seismologi Teknik, Geofisika Potensial dan Tanda Waktu BMKG, Muzli dilansir garut.suara.com dari suara.com, Rabu (12/4/2023).
Jadi dapat dipastikan, jika mengacu pada perhitungan BMKG, lebaran idul fitri tahun 2023 akan jatuh pada hari Sabtu 22 April 2023.(*)
Baca Juga: Tips Make Up Natural Untuk Lebaran dari MUA Franky Wu, Tebar Pesona di Depan Keluarga