SUARA GARUT – Viral curahan hati seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Indonesia di Hongkong. Wanita yang disembunyikan identitas ini meluapkan isi hatinya kepada konten creator Tiktok.
Dilansir dari kanal YouTube Yuni TKW Hongkong, terdengar seorang wanita yang ingin meminta saran lantaran dirinya 2 bulan lagi akan selesai kontrak kerja namun diketahui tengah hamil 4 bulan.
Wanita itu bercerita dia sudah bekerja di Hongkong selama 3 tahun dan sekarang dalam kondisi hamil 4 bulan. Wanita ini curhat terkait masalah dengan suaminya hingga merelakan dirinya dinikmati orang hitam alias black man di Hongkong.
Kisah yang diangkat Yuni TKW Hongkong ini ditanya bagaimana bisa wanita itu tidur bersama orang hitam.
“Karena kemarin aku stress gara-gara aku kerja 2 tahun uangnya tak kirim sama suami, mungkin suami tak percaya sama aku. Dia selalu bilang aku tu disini ngelont*, nggak benar kaya gitu. Mungkin karena dia lihat teman-temanku ada yang ga bener, dalam tanda kutip aku punya temen lont* kaya gitu, ucap TKW itu, dikutip garut.suara.com, Kamis (13/04/2023).
Padahal wanita itu mengakui yang dilakukan selama di Hongkong benarlah kerja. Namun sang suami tetap mengolok-olok, memojokkan, menekan, hingga selalu diminta uang gaji karena sedang membangun rumah. Sayangnya TKW itu malah beneran terjun ke dunia gelap.
Selain karena tekanan dari suami, wanita itu mengaku terbawa oleh temannya yang mencari uang dengan jalan seperti ini.
Saat ini kondisi hamil, wanita itu mengaku menyesal. Lantaran dirinya melakukan hal tersebut tidak dibayar sepeser pun oleh black man hingga akhirnya dia hamil.
Wanita itu mengaku kebingungan, ingin pulang ke Indonesia tapi tidak bisa ke rumahnya. Karena sang ayah sudah mengetahui kelakuannya selama di Hongkong.
Baca Juga: Pengurangan Tempat Pembuangan Sampah di Samarinda, Estetika atau Penyebab Bencana?
Wanita itu mengungkapkan dirinya selesai kontrak pada tanggal 16 Juni dan akan pulang ke Indonesia untuk mencari Yayasan yang ingin menitipkan anaknya.
Sehingga ia bisa bekerja kembali ke Hongkong dengan benar dan menjadikan pengalaman pahit itu sebagai ganti untuk kesuksesan dimasa depan. (*)
Editor: Mustika Ati