SUARA GARUT - Setelah berpuasa selama satu buan lamanya, tradisi umat islam yakni merayakan hari raya labaran bersama keluarga merupakan hal yang diidamkan.
Namu, menjadi hal yang menantang juga bagi para ibu yang melakukan perjalanan mudik dengan membawa anak balita.
Selama dalam perjalanan mudik menjadikan anak moms membutuhkan penyesuaian tinggi. yang bisa akibatkan pada kesehatan anak menurun dan mudah sakit.
Berikut 3 faktor masalah pada kesehatan anak yang rentan saat dalam perjalanan mudik dan tips mengatasinya, sebagaimana dikutip suara.garut.com dari akun instagram @healthykidscorner pada Selasa (11/4/2023).
1. Sakit Diare
Merupakan penyakit yang bermasalah pada pencernaan dan biasanya rentan terjadi pada anak-anak selama dalam perjalanan mudik. Lantaran makanan pada saat dalam perjalanan kurang terjaga kehigienisannya.
Jadi untuk para ibu yang hendak melakukan perjalanan mudik lebaran dan apalagi membawa anak balita, sebaiknya membawa persediaan makanan atau minum untuk si kecil dari rumah.
2. Sakit Gatal-gatal
Sakit gatal mudah menyerang pada anak-anak ketika melakukan perjalanan mudik, yang diakibatkan dari udara dan tempat yang kurang bersih.
Kenapa anak-anak mudah sekali terserang oleh penyakit gatal-gatal? karena pada dasarnya anak balita masih memiliki kondisi kulit yang tipis, sehingga rentan terhadap serangan bakteri.
Moms tak usah khawatir, karena masih bisa diantisipasi gatal-gatal pada anak dengan memakaikan pada anak pakaian panjang, sehingga kulit anak dapat diminimalisir dari debu sekitar dan udara kotor yang menyebabkan gatal-gatal alergi.
3. Mabuk Perjalanan Mudik
Penyebab mabuk perjalanan terjadi akibat konflik mata,telinga dan penciuman hidung. dikarenakan sinyal campuran yang masuk pada otak hingga menyebabkan pusing,mual dan muntah.
Namun tetap tenang karena mabuk perjalanan pada anak tetap bisa diantisipasi dengan beberapa cara. sebaiknya sebelum melakukan perjalanan mudik lebaran hendaknya berikan makan terlebuh dahulu pada anak, dan jangan lupa juga membawa peralatan anak seperti minyak kayu putih.(*)
Editor: Farhan