SUARA GARUT - Pengisian Daftar Riwayat Hidup (DRH), pelamar PPPK guru 2022 Kabupaten Tasikmalaya nyaris tuntas, namun penempatan lokasi belum berubah.
Sebelumnya dikabarkan, dari 418 pelamar PPPK guru terdapat 7 orang peserta yang diajukan perubahan penempatan tugasnya.
Ajuan perubahan penempatan itu, setelah pihak Dinas Pendidikan menganalisa kebutuhan sesuai data yang ada.
Tujuh orang guru yang akan diajukan perubahan penempatanya itu, sesuai dengan analisa adanya penumpukan guru disekolah penempatan tugas.
Ketum FHGTK Kabupaten Tasikmalaya Tete Suherman membenarkan dari 418 pelamar, ada tujuh orang yang diajukan perubahan penempatan tugasnya.
Namun Tete menyebutkan, usai pihaknya bersilaturahmi dengan sekretaris Dinas yang baru, Edi Ruswadi H,S.Pd,MM, data belum berubah di sscasn.
"terkait yang 7, memang sudah diusulkan dan dipetakan, tapi sampai saat ini, di aplikasi sscasn masih belum berubah, katanya ada kesalahan sistem," kata Tete usai bersilaturahmi dengan Sekdis.
Ketum FHGTK tersebut saat ini memang tengah gencar melakukan komunikasi dengan stake holder terkait, termasuk dengan Sekdis yang baru.
Menurut Tete, selain menyuarakan terkait formasi ASN PPPK Guru 2023, termasuk mengawal perjalanan seleksi formasi 2023.
Baca Juga: Pelat Moge AKBP Achiruddin Ternyata Bodong, Kini Dipecat dari Polri
"Pa Sekdis akan mengikuti rakor di Banten se-Indonesia dalam waktu dekat," ujarnya.
Rakor tersebut akan di gelar bersama Kemendikbudristek, selain persoalan ajuan perubahan penempatan sesuai domisili, PPPK Guru 2022, termasuk seluruhnya.
"Katanya secara keseluruhan, termasuk penempatan berbasis domisili, menjadi agenda penting Rakor dengan Kemendikbudristek di Banten," pungkasnya. (*)