SUARA GARUT - Sejarah kelam di Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, Jawa Barat pernah diserang secara mengerikan oleh sekelompok orang.
Beberapa bangunan termasuk sekolah dibakar pada waktu. Mulai dari SD 1 Leles sampai Jangkurang yang dulu namanya sekolah rakyat SR.
Siapa yang menyerang dan bagaimana cara serangannya simak tulisannya sampai selesai.
Dilansir garut.suara.com dari kanal youtube Agus Kusdinar, Kamis (4/5/2023), Kecamatan Leles merupakan lintasan utama ke Kabupaten Garut dari arah Bandung Jawa Barat.
Jarang ada yang tau jika di daerah ini pernah ada peristiwa sejarah memilukan diserang secara membabibuta pada tanggal 12 dan 17 Agustus 1950.
Peristiwa tersebut terjadi setelah peringatan kemerdekaan Indonesia tahun kelima.
Peristiwa penyerangan tersebut dokumentasinya ada Koninklijke Bibliotheek Belanda ditulis di suratkabar AID de Preangerbode. Surat kabar tersebut diterbitkan pada 19 Agustus 1950.
Sabtu malam 12 Agustus ketika itu kawasan Leles diserang kelompok bersenjata. Dikabarkan sebanyak 10 orang tewas, banyak rumah yang dibakar dan jembatan diledakkan.
Kelompok penyerang jumlahnya banyak bukan hanya satu kelompok diberitakan pula Kamis 17 Agustus 1945 malam setelah perayaan kemerdekaan serangan terberat dilakukan di pusat perkotaan.
Baca Juga: Lagi Nonton TV, Ayah di Deli Serdang Tewas Dibacok Anak Kandung
Paling berat terjadi di Kampung Salamnunggal dan Kampung Kandang. Ada 10 warga tewas dan enam diantaranya dibunuh secara brutal.
Diantara enam korban ini adalah Asisten Wedana Leles dan seorang Pedagang China selain itu sebanyak lima sekolah rakyat terpaksa ditutup.
Sekitar 80 rumah dibakar oleh para penyerang juga pada hari Kamis 17 Agustus 1945 malam.
Banyak serangan terhadap penduduk di Priangan termasuk di Garut pada masa-masa itu sampai perbedaan persepsi dari sejumlah masyarakat.
Muncul istilah gerombolan yang banyak dikesankan sebagai pihak Darul Islam yang kemudian dikenal dengan Darul Islam atau tentara Islam Indonesia.(*)