SUARA GARUT - Kabar duka menyelimuti ribuan guru calon pegawai pemerintah dengan perjanjian Kerja (PPPK) Kabupaten Garut.
Belum menerima SK Pengangkatan sebagai ASN PPPK, salah satu guru CPPPK di Kecamatan Lewigoong meninggal Dunia.
Pengurus DPP Fagar Ridwan Arif Hidayat mengatakan guru yang meninggal dunia tersebut sebelumnya sempat mendapatkan perawatan medis.
Alamrhum kata Ridwan terakhir karena mengalami sakit yang sangat serius.
Meski begitu, kiprahnya sebagai salah satu pengurus DPP Fagar terlihat sangat aktif, terutama menyuarakan keadilan dan kesejahteraan khususnya untuk guru.
"Beliau sangat aktif, menyuarakan perjuangan guru honorer, bahkan tidak mengebal lelah," katanya.
Yang membuat kami sakit, kata Ridwan disaat detik detik akhir masa penantian SK pengangkatan ASN PPPK tiba-tiba mendapat kabar tersebut.
"Pa Andri pergi lebih dahulu meninggalkan kita, disaat kami sedang menunggu turunya SK ASN PPPK," ujarnya.
Dalam cahatingan terakhirnya, Almarhum Andri Antasari menuliskan," Insya Allah penantian panjang akan diganti dengan suka cita SK PPPK," tulis nya saat sebelum akhirnya dikabarkan meninggal dunia.
Baca Juga: Kakak Virgoun Sebut Punya Peran Penting di Kehidupan Rumah Tangga Inara Rusli dan Virgoun
"Dan mudah-mudahan ngak ada lagi yang di undur lagi," samnbung tulisan pada chatingan terakhirnya.
Rupanya Abah Andri sapaan akrabnya kembali dengan penuh suka cita membawa kedamaian, kembali kehadapan Ilahi Roobi sang Pencipta.
Dia kembali kepada sang Maha pemilik SK, pemilik segalanya Tuhan bagi sekalian ALam Allah Swt.
"Selamat Jalan Pa Andri, semoga husnul Khatimah," pungkasnya. (*)