SUARA GARUT - Ratusan tenaga honorer di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tasikmalaya melakukan sujud syukur.
Pasalnya tenaga honorer itu akan menerima Surat Keputusan (SK) Pengangkatan sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Setidaknya sebanyak 426, tenaga honorer guru dan tenaga teknis akan dilantik dan diambil sumpah oleh Bupati Tasikmalaya Ade Sugianto selaku Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK), pada Jumat, (16/06/2023).
Bupati Tasikmalaya akan melantik dan mengambil sumpah para honorer sebagai ASN tersebut di halaman Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Tasikmalaya di Manunreja Sinagaparna.
Ketua Forum Honorer Guru dan Tenaga Kependidikan (FHGTK) Tete Suherman menyebutkan kepastian jadwal pelantikan tersebut, setelah menerima surat undangan dari BKPSDM Tasikmalaya, Kamis, 15 Juni 2023.
Menurutnya, hanya berselang satu hari sejak penandatanganan perjanjian Kerja (PK) di Aula BKPSDM Ciawi, Rabu, (14/06/2023) akhirnya mereka akan menerima SK sebagai ASN.
Sontak kabar tersebut membuat ratusan Calon PPPK ebrsuka cita, dan melakukan sujud Syukur, karena penantianlama mereka sejak 2021 terjawab sudah
Tete menyebutkan, mereka akan menjalani tugasnya dari 1 Juni 2023 sampai dengan 31 Mei 2025 mendatang.
Dalam perjanjian Kerja yang ditandatangani CPPPK dengan Pemeberi kerja, terlihat masa periode perjanjian kerja terhitung selama dua tahun.
Baca Juga: Jelang Hadapi Liga 2, Nusantara United Awali dengan Gelar Turnamen Sepak Bola Usia Dini
Meski begitu, sesuai PP Nomor 49 Tahun 2018 tentang manajeman PPPK, mereka dapat diperpanjang PK nya jika memenuhi ketentuan penilai kinerja sebagai ASN PPPK.
Terpisah kabar yang beredar di Kabupaten Garut, salah satu pejabat Disdik Muhamad Yusuf Safari menyatakan, pihaknya akan menyerahkan SK sebelum perayaan Idul Adha.
Kabar tersebut disampaikan perwakilan Oprator Sekolah Wildan Tajul Arifin, saat mengikuti sosialisasi Bantuan Oprasional Satuan Pendidikan (BOSP).
Merka berharap SK PPPK tersebut dapat segera diberikan, karena mereka sudah menunggu sejak dinyatakan lulus passing grade 2021 silam.
Sayangnya saat itu, meski lulus passing grade, namun kuota yang tersedia kurang dari lima ratus orang.
Oleh sebab itu penantian panjang mereka sangat dinantikan oleh para honorer di Garut. (*)