SUARA GARUT - Baru-baru ini, muncul klaim mengejutkan yang menyatakan bahwa penggunaan sperma pada kulit wajah dapat membuatnya lebih kencang dan awet muda. Namun, pertanyaan pun muncul, apakah klaim ini benar atau hanya mitos belaka?
Klaim tersebut pertama kali muncul di media sosial, di mana beberapa pengguna menyebutkan bahwa menggunakan sperma sebagai masker wajah secara teratur memberikan manfaat luar biasa pada kulit mereka.
Mereka mengklaim bahwa sperma mengandung protein, enzim, dan nutrisi lainnya yang dapat memberikan kelembapan dan meningkatkan elastisitas kulit, sehingga kulit tampak lebih kencang dan bebas kerutan.
Dilansir dari situs halodok menuliskan Sperma untuk masker muka diklaim dapat mencegah penuaan dini, seperti kerutan dan garis halus pada wajah.
Diduga, kandungan antioksidan spermine dapat mencegah penuaan dini. Sebuah studi dalam jurnal Nature Cell Biology, menemukan bahwa menyuntikkan spermidine langsung ke dalam sel dapat memperlambat proses penuaan.
Sayangnya, riset tersebut masih sangat terbatas. Penggunaan sperma dengan cara dioleskan sebagai masker wajah juga belum bisa dibuktikan.
Karena itu, gunakanlah skincare yang memang sudah terbukti berperan sebagai antiaging, seperti vitamin C dan retinol.
Mengutip pernyataan dokter Priscilla Johanna, konsultan kesehatan dari Youtube Chanel Go Dok Indonesia, dikatakan berdasarkan beberapa penelitian, sperma memang memiliki kandungan yang bermanfaat bagi kesehatan kulit.
“Umumnya kandungan yang ada dalam sperma itu mampu membuat melembabkan dan membuat kulit bercahaya,” terang dokter Prisilla.
Baca Juga: BPK: 87,9 Juta Meter Tanah Jalan Tol Tak Bersertifikat, Anggaran Rp11,20 triliun Bermasalah
"Sperma mungkin mengandung sejumlah nutrisi, tetapi jumlahnya sangat kecil dan tidak signifikan untuk memberikan efek yang terlihat pada kulit wajah," katanya.
Selain itu, penggunaan sperma sebagai bahan kosmetik juga memiliki risiko infeksi. Menurut Prisilla, sperma adalah cairan tubuh yang dapat mengandung berbagai mikroorganisme, termasuk bakteri dan virus.
Penggunaan sperma yang tidak higienis pada kulit wajah dapat meningkatkan risiko infeksi, iritasi, dan peradangan.
Dalam menghadapi klaim yang tidak didukung oleh bukti ilmiah, Dr. Prisillia menekankan pentingnya mengandalkan produk perawatan kulit yang teruji secara klinis dan memiliki dukungan dari penelitian ilmiah yang mendalam.
"Ada banyak produk perawatan kulit yang aman dan efektif di pasaran yang dapat membantu menjaga kulit tetap sehat dan awet muda," tambahnya.
Kesimpulannya, klaim bahwa sperma dapat membuat kulit wajah kencang dan awet muda tidak memiliki dasar ilmiah yang kuat.
Lebih baik mengandalkan metode perawatan kulit yang telah terbukti secara ilmiah dan berkonsultasi dengan ahli dermatologi untuk mendapatkan saran yang tepat mengenai perawatan kulit yang sesuai dengan kebutuhan individu.
Disclaimer: Artikel ini hanya bertujuan memberikan informasi dan tidak dimaksudkan sebagai pengganti nasihat medis.
Jika Anda memiliki masalah kulit atau kekhawatiran kesehatan lainnya, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli dermatologi yang berkualifikasi.(*)