SUARA GARUT - Hebohnya perselingkuhan Rendy Kjaernett dengan Syahnaz Sadiqah menarik perhatian beberapa kalangan masyarakat, tak terkecuali para tokoh organisasi keagamaan.
Tokoh Nahdlatul Ulama dan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah angkat bicara soal perselingkuhan Rendy Kjaernett dengan Syahnaz Sadiqah.
Kedua tokoh ini memberikan tanggapan dari sisi aturan agama islam mengenai perselingkuhan Rendy Kjaernett dengan Syahnaz Sadiqah.
Tanggapan dari kedua tokoh tersebut, tayang dalam kanal youtube Intens Investigasi, pada Rabu (26/7/2023).
Menurut Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Ahmad Fahrur Rozi Burhan, perbuatan selingkuh itu tidak diperbolehkan oleh agama.
"Berselingkuh ini juga tidak boleh. Selingkuh itu kan melanggar kesetiaan. Melanggar perjanjian pernikahan" kata Ahmad.
Selain itu, Ketua PB NU ini menyebutkan bahwa berselingkuh dengan suami atau istri orang merupakan dosa besar.
"Berselingkuh dengan pasangan orang, wah itu gak sama sekali. Itu dosa sangat besar. Itu disa yang sangat dosa yang sangat sangat besar" tambahnya.
"Dan itu hukumannya tak tanggung-tanggung ya. Kalau dalam islam berzinah dengan istri orang, atau orang sudah beristri melakukan perzinahan itu disebut dengan zinah muhsan. Hukamnnya itu hukuman mati, berat sekali" tambahnya lagi.
Baca Juga: Hendric Shinigami Ungkap Beda Rendy Kjaernett di Depan Kamera dan Dunia Nyata: Gue Sampai Terharu
Hal senada dikatakan PP Muhammadiyah, Anwar Abbas. Menurut Anwar, semua agama di Indonesia tidak ada yang mentolelir praktik perselingkuhan.
"Sebagai warga negara Indonesia yang beragama, maka hendaknya masing-masing kita menghormati dan mematuhi ajaran agama kita masing-masing. Karena tidak ada agama yang di atur negara di negri ini yang mentolerir praktik yang tidak terpuji tersebut" ungkap Anwar.(*)