SUARA GARUT - Wakil Bupati Garut, Jawa Barat, Helmi Budiman, mengatakan, banyaknya pendirian pesantren di daerahnya semakin mengukuhkan sebutan Kota Santri yang disematkan kepada Kabupaten Garut .
Hal itu disampaikan dr.Helmi Budiman saat melakukan peletakan batu pertama pembangunan asrama dan kelas santri Rumah Tahfidz Qur'an (RTQ) Pesantren Alfath milik Yayasan Daarut Toyyibil Muqorrobiin di Kp. Jangkurang, RT 03/23, Kelurahan Sukamentri, Kecamatan Garut Kota.
"Makin banyak Pesantren Tahfidz, bagi kita kabupaten Garut semakin kokoh sebagai kota santri," katanya.
Helmi juga sempat mengetes hafalan Al-Quran, dengan cara dirinya membacakan potongan ayat, dan diteruskan oleh para santri dengan benar.
Lurah Sukamantri, Irwan Sutiawan menilai keberadaan Rumah Tahfidz Qur'an Alfath sangat berpengaruh sekali terhadap pembangunan sumber daya manusia di wilayahnya.
"Pesantren Alfath memberikan kontribusi besar terhadap pemerintah Kelurahan, Sukamentri karena mampu menciptakan anak-anak atau generasi yang berahlakul karimah," katanya.
RTQ Al Fath berdiri pada 23 Januari 2019 bisa dibilang seumur jagung, namun perkembangannya sangat pesat dalam waktu 3 tahun sampai sekarang peserta didiknya mencapai 117 santri.
Ketua Yayasan Daarut Toyyibil Muqorrobiin, Abi Abdul Rozzaq , mengatakan, itu semua tidak lepas dari kepercayaan orang tua terhadap RTQ Al Fath.
"Awal berdiri santri hanya 5 orang, tapi dengan izin Allah melalui orang tua santri, justru mereka yang gencar mempromosikan kesana kemari, baik melalui medsos, maupun obrolan langsung. Ini tentu tidak lepas dari kepercayaan mereka pada Al Fath,” katanya.
Sehubungan santri di Al Fath terus bertambah, pihak yayasan Daarut Toyyibil Muqorrobiin melakukan perluasan gedung dengan membangun tempat kegiatan belajar mengajar dan asrama.
"Alhamdulillah lahan sudah ada dan sekarang tahap pembangunan, barusan sudah diresmikan oleh pak Wabup. Mudah-mudahan Alloh memberi kemudahan dan kelancaran. Oleh karena itu kami mohon do’a dan bantuanya dari semua,” ucap Abi Abdul Rozzaq.