SUARA GARUT - Tidak banyak orang mungkin mengenal sosok RH Sajaah dari Kabupaten Garut, padahal jasanya sangat besar di zaman penjajahan.
Di era penjajahan, tidak sedikit orang yang dipercaya memiliki kemampuan untuk menjadi bidan atau dulu disebut 'dukun beranak'.
Namun di Garut, dahulu ada perempuan bernama RH Sajaah yang diketahui berasal dari daerah Pakenjeng, Kabupaten Garut.
RH Sajaah lahir pada tahun 1914 dan tutup usia di tahun 1984 pada usia 70 tahun. Semasa hidupnya RH Sajaah sendiri banyak mengabdikan diri untuk memberikan bantuan sosial.
Disebutkan bahwa pada zaman penjajahan dahulu ada banyak wanita hamil yang kesulitan ketika hendak melahirkan karena sedikitnya dukun beranak.
RH Sajaah yang merupakan lulusan Chibizet, Jakarta kala itu menjadi cikal bakal bidan yang ada di Garut.
Dirinya lulus dari pendidikan di Chibizet pada tahun 1930 dan langsung mengabdikan diri untuk masyarakat di Garut.
Dengan bidang keilmuan di bidang kesehatan yang dimilikinya, RH Sajaah semakin dikenal karena jasanya tersebut seperti dikutip dari artikel Suara Karya edisi 10 Februari 1984.
Lebih dari itu, karir RH Sajaah juga semakin mentereng kala ia mendirikan Pansundan Isteri (Pasi) serta mengelola panti asuhan Pasi. RH Sajaah juga tercatat pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Garut.
Sekarang RH Sajaah telah dikenal sebagai salah satu pahlawan kemanusiaan dari Garut dan dimakamkan di TPU Dayeuh Handap, Kecamatan Garut Kota. ***