SUARA GARUT- Bupati Garut, Jawa Barat, Rudy Gunawan, sebut ada upaya pembusukan dari internal Pemda Garut yang menggiring opini Garut Seolah olah mengalami kebangkrutan.
"Ada lah PNS PNS kita ini, mereka itu membuat situasi seolah olah Pemda Garut itu dalam keadaan bangkrut, dalam keadaan tidak mempunyai kemampuan keuangan. Kami kan bayar P3K tidak ada yang tidak dibayar," ungkap Rudy usai upacara, Senin (2/10/2023).
Hal itu kata Rudy, karena banyaknya PPPK dan dinas-dinas dari PNS yang bersangkutan mendapatkan anggaran yang sedikit.
Meski demikian, ia mengatakan, tidak akan memberikan tindakan kepada anak buahnya yang membuat fitnah tersebut.
"Gak lah, itu kan pola pikir masa lalu, buat saya gak ada masalah. Kan banyak yang seperti itu, ini kurang, ini gak ada karena duitnya dipake. Tapi kan semua berjalan normal," ujarnya.
Sementara itu Sekda Garut, Nurdin Yana yang telah melakukan lobi lobi untuk mendapatkan anggaran bagi P3K yang yang belum teranggarkan oleh pemerintah pusat dengan total sekitar Rp. 500 miliar.
Hal ini terjadi akibat adanya kesalahan dalam proses pengangkatan PPPK di Kabupaten Garut itu, menurutnya sudah ada kepastian.
"Begini, secara formal regulasi ya belum turun, tetapi secara tersirat sesuai APBN, bahwa itu uang Garut, uang pemerintah daerah. Nah, clue-nya seperti itu, tinggal kristalisasinya kita tunggu," katanya.
Ia optimis pengajuan anggaran gaji PPPK tersebut akan terealisasi, sebab warning-nya sudah ada. (*).
Baca Juga: Cegah Pelanggaran Pemilu, Bawaslu Garut Gelar Sosialisasi Pengawasan Partisipatif