SUARA GARUT- Kapan batas waktu terakhir makan malam? Ini menjadi pertanyaan umum bagi mereka yang ingin dan sedang menjalani diet.
Namun, bila mengacu pada ajaran Islam, Rasulullah memiliki alasan dan anjuran tersendiri.
Ummat Islam harus tahu bahwa Nabi SAW tak pernah meninggalkan makan malam. Hal ini mengacu hadist yang berbunyi:
"Makanlah pada malam hari, meskipun hanya sekadar seganggam roti kering, karena tak pernah makan malam membuat orang cepat tua" (HR Tirmizi).
Dalam riwayat lain diungkapkan: "Jangan tinggalkan makan malam, meskipun hanya sekadar segenggam kurma, sebab tanpa makan malam orang akan cepat tua" (HR. Ibnu Majah).
Lalu, kapan sebenarnya batas waktu terakhir makan malam yang baik'?
Bila melihat kebiasaan Rasulullah SAW, beliau tidak langsung tidur setelah makan malam, melainkan beraktivitas lebih dulu, salah satunya shalat.
Ibadah di malam hari sebelum tidur yakni tentunya shalat Isya. Rasulullah sendiri tidak tidur sebelum shalat Isya seperti hadist diungkap dalam hadits:
"Rasullah membenci tidur sebelum shalat isya' dan mengobrol setelahnya." (HR Bukhari dan Muslim).
Baca Juga: Coffee Toffee, Cafe Tempat Ngopi Instagramable Unik di Garut
Jika Rasulullah tidur setelah shalat Isya, artinya beliau SAW. makan sebelum masuk waktu shalat.
Untuk waktu di Indonesia, berkisar pukul 18.30 WIB, jika masuk waktu shalat Isya sekitar pukul 19.00 WIB dan kembali ke rumah sekisar 19.30 WIB.
Ada jeda waktu sekitar satu jam antara makan dan tidur. Hal ini bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi tubuh mencerna makanan.
Rasulullah Saw. pun tidak langsung tidur setelah makan. Beliau biasanya beraktivitas terlebih dahulu agar makanan cepat masuk ke dalam lambung dan cepat dicerna. Rasulullah SAW. biasa melakukan salat setelah makan.
Rasulullah SAW. bersabda, "Cairkan makanan kalian dengan berzikir kepada Allah Swt. dan shalat, serta janganlah kalian langsung tidur setelah makan karena dapat membuat hati kalian menjadi keras." (H.R. Abu Nu'aim dari Aisyah ra.) (*)