Kemenangan Argentina atas Prancis di Final Piala Dunia 2022 dirayakan seluruh penggemar tim Tango, tak terkecuali para politisi.
Sayangnya ucapan selamat untuk tim nasional Argentina dari politisi malah mendapat cibiran netizen.
Hal ini yang dialami oleh politisi Argentina yang juga presiden Alberto Fernández. Ucapan selamat yang ia berikan di laman Twitter malah panen cibiran dan makian dari netizen.
"Terima kasih kepada pemain dan tim pelatih. Mereka adalah contoh bahwa kita tidak boleh menyerah. Bahwa kita memiliki orang-orang hebat dan masa depan yang cerah," tulis Fernandez dengan bahasa Spanyol.
Dalam cuitannya itu, presiden Argentina itu juga unggah foto ia bersama istri dan anaknya menonton final Piala Dunia 2022 dari layar kaca.
Namun ucapan selamat dari Fernandez justru banyak dibalas dengan umpatan netizen.
"Tidak usah mengakui! Satu-satunya hal yang Anda berikan kepada negara kami adalah kepahitan," tulis salah satu netizen.
"Jangan diambil! Itu bukan milikmu. Itu milik orang Argentina," tambah netizen lainnya.
"Mereka adalah contoh meritokrasi dan aturan yang jelas, Alberto, tidak seperti Anda!" sambung akun lainnya.
Baca Juga: Heboh! Aksi Nekat Wanita Rambut Pirang Telanjang Dada Rayakan Kemenangan Argentina
Momen final Piala Dunia tahun ini sangat terasa spesial bagi orang Argentina. Melansir dari Elmundo.es, kondisi dalam negeri Argentina sedang tidak baik-baik saja.
Negara ini tengah diterpa masalah ekonomi. Inflasi di Argentina mencapai 100 persen per tahun. Harga-harga kebutuhan pokok melonjak drastis. Kekecewaan dan frustasi dirasakan orang Argentina di kondisi itu.
Kondisi ekonomi yang sulit juga membuat presiden Argentina, Alberto Fernández memilih untuk tidak terbang ke Qatar.
Presiden Argentina itu memilih tetap berada di Buenos Aires dibanding menonton langsung Lionel Messi dkk di Qatar. Padahal Fernandez sudah mendapat ajakan dari Presiden Prancis, Emmanuel Macron.
Hal ini dilakukan Fernandez demi citra politiknya tak tercoreng. "Seperti jutaan masyarakat lain, saya akan menikmati final Piala Dunia di rumah," jelasnya.