BPOM: Bila Terbukti Mengandung Minyak Babi, Cadbury Kena Sanksi

Ririn Indriani

Senin, 26 Mei 2014 | 17:49 WIB
BPOM: Bila Terbukti Mengandung Minyak Babi, Cadbury Kena Sanksi
Ilustrasi. (www.d1mart.com.my)

Suara.com - Terkait dengan hasil pengujian yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan Malaysia tentang adanya DNA babi (porcine) dalam cokelat Cadbury belum lama ini, membuat banyak pecinta cokelat tersebut di Indonesia sangat khawatir.

Menanggapi kabar tersebut, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), DR. Roy A. Sparingga, M.App,Sc mengaku, sampai saat ini pihaknya belum mengkaji lebih dalam mengenai produk tersebut yang beredar di pasar Indonesia. Namun ia berjanji akan segera melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

BPOM, lanjut dia, hingga kini masih menstempeli label halal dalam produk tersebut. Namun, Roy berjanji, jika terbukti ada hasil yang sama seperti di Malaysia, tentu akan diberikan sanksi.

"Kasus ini sama seperti produk salah satu kripik. Tidak sesuai dengan izinnya. Saat perizinan halal, namun setelah beredar, ditambahkan minyak babi. Jika terbukti begitu, tentu kami akan tindak, karena ini masuk dalam penipuan," tegas Roy saat ditemui suara.com, Senin (26/5/2014).

Sanksi yang akan didapatkan, menurut Roy, adalah pidana tiga tahun penjara dan denda Rp6 miliar.

"Tentunya jika terbukti akan dikenakan sanksi administratif, yaitu akan dicabut izinnya. Biar ada efek jera, karena ini perlindungan terhadap publik," katanya.

Ia juga berjanji bahwa BPOM bersama seluruh anggota Satgas Pemberantasan Obat Makanan Ilegal akan terus berkomitmen dan berkoodirnasi lebih intensif, serta berkesinambungan dalam mengawasi obat dan makanan.

Semua upaya tersebut dilakukan guna melindungi konsumen dari produk yang tidak memenuhi standar dan persyaratan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

BPOM Sita Obat dan Makanan Ilegal Senilai Rp7,47 M

BPOM Sita Obat dan Makanan Ilegal Senilai Rp7,47 M

Health | Senin, 26 Mei 2014 | 17:10 WIB

Mengandung DNA Babi, Cadbury Tarik Dua Produknya dari Pasar

Mengandung DNA Babi, Cadbury Tarik Dua Produknya dari Pasar

News | Minggu, 25 Mei 2014 | 11:28 WIB

BPOM: Jangan Beli Obat dan Kosmetik Secara Online

BPOM: Jangan Beli Obat dan Kosmetik Secara Online

Lifestyle | Rabu, 26 Februari 2014 | 19:34 WIB

Tips Jitu Hindari Produk Kosmetik Palsu

Tips Jitu Hindari Produk Kosmetik Palsu

Lifestyle | Rabu, 26 Februari 2014 | 14:54 WIB

Terkini

Periklindo Minta Kepastian Kebijakan Insentif Motor Listrik Demi Kelangsungan Industri

Periklindo Minta Kepastian Kebijakan Insentif Motor Listrik Demi Kelangsungan Industri

Otomotif | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:10 WIB

Koalisi 2029 Bisa Goyah! Prabowo Diminta Rem Pernyataan Kontroversial

Koalisi 2029 Bisa Goyah! Prabowo Diminta Rem Pernyataan Kontroversial

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:06 WIB

9 Cara Mengatasi Flek Hitam Menahun di Pipi Akibat Paparan Matahari Usia 45 Tahun

9 Cara Mengatasi Flek Hitam Menahun di Pipi Akibat Paparan Matahari Usia 45 Tahun

Lifestyle | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:05 WIB

PT Timah Pertimbangkan Opsi Buyback Saham TINS dengan Prinsip Hati Hati

PT Timah Pertimbangkan Opsi Buyback Saham TINS dengan Prinsip Hati Hati

Bisnis | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:05 WIB

Menjawab Kritik Polisi Bahasa: Mengapa Kita Harus Berhenti Menganggap Bahasa Sedang Rusak

Menjawab Kritik Polisi Bahasa: Mengapa Kita Harus Berhenti Menganggap Bahasa Sedang Rusak

Your Say | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:57 WIB

Kejurnas Catur ke-51 Digelar di Banten, PB Percasi Punya Misi Besar

Kejurnas Catur ke-51 Digelar di Banten, PB Percasi Punya Misi Besar

Sport | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:56 WIB

PLN Perkuat Layanan Kelistrikan Terintegrasi untuk Rumah Tangga hingga Pelaku Usaha

PLN Perkuat Layanan Kelistrikan Terintegrasi untuk Rumah Tangga hingga Pelaku Usaha

Bisnis | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:56 WIB

Ungguli Prabowo di Survei, KDM Berpeluang Balik Golkar dan Duet Bareng Gibran di 2029

Ungguli Prabowo di Survei, KDM Berpeluang Balik Golkar dan Duet Bareng Gibran di 2029

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:54 WIB

Bahasa Campuran Bukan Sekadar Tren: Multibahasa Menjadi Tuntutan Hidup

Bahasa Campuran Bukan Sekadar Tren: Multibahasa Menjadi Tuntutan Hidup

Your Say | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:50 WIB

Terungkap Dugaan Praktik Mucikari di Padang, Satu Pria Dibawa ke Polda

Terungkap Dugaan Praktik Mucikari di Padang, Satu Pria Dibawa ke Polda

Sumbar | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:49 WIB

×