Menilik Kesehatan Pencernaan dari 'Kotoran' Anda (1)

Esti Utami

Kamis, 14 Agustus 2014 | 19:47 WIB
Menilik Kesehatan Pencernaan dari 'Kotoran' Anda (1)
Ilustrasi. (Sumber: shutterstock)

Suara.com - Beberapa fungsi tubuh ditunjukkan oleh hal-hal yang bersifat pribadi, seperti kotoran misalnya. Jadi sesekali jangan buru-buru menekan tombol flush seusai buang air besar. Sejenak perhatikan kotoran Anda, baik warna konsistensi, bentuk, untuk memprediksi kondisi kesehatan dalam perut Anda.

Bentuk kotoran bisa mengindikasikan berbagai penyakit seperti iritasi usus, kanker usus besar, atau obstruksi usus. Berikut adalah panduan singkat bagaimana 'menilai' kotoran Anda.

Pelajaran yang pertama adalah keteraturan. Peneliti Jepang telah menyimpulkan bahwa orang yang sehat rata-rata buang air besar sekali sehari. Tapi kata "rata-rata" perlu digaris bawahi, karena ketika datang ke frekuensi, tidak jumlah ideal untuk nomor dua.

Proses pencernaan di dalam usus berlangsung dengan kecepatan yang sedikit berbeda. Ini berarti, adalah normal dan sehat untuk bergerak dalam kisaran tiga kali sehari atau tiga kali seminggu.

"Anda layak untuk khawatir ketika jam biologis itu beralih dari jadwal tiga kali seminggu untuk tiga kali sehari," ujar ahli pencernaan dari Universitas Michigan, Dr. Richard J. Saad, MD, MS.

Penelitian Dr Saad menunjukkan seseorang dalam kondisi sehat, jika bentuk 'log' nya menyerupai sosis link halus. "Kadang-kadang bisa menjadi sedikit di sisi tegas-mana itu berbentuk seperti sosis dan memiliki beberapa retakan pada permukaan, lembut dan berbentuk gumpalan," katanya.

"Penyimpangan dalam bentuk (atau frekuensi) bisa menjadi gejala sembelit, tapi bisa menjaid indikasi masalah yang lebih serius, seperti iritasi usus, obstruksi usus, atau bahkan kanker usus atau kanker perut," kata T. Lee Baumann, MD, seorang konsultan medis yang berbasis di Birmingham, Alabama, AS.

Jika ini terjadi, maka tak ada salahnya Anda mengkaji apa yang telah Anda konsumsi, apakah sudah cukup minum air.  Menurut penelitian baru dalam American Journal of Gastroenterology, menyebut orang-orang yang kurang mengonsumsi air lebih berisiko menderita sembelit. "Menambahkan serat yang tidak larut ke makanan juga membantu," jelas Dr. Baumann.

Sebuah penelitian di Inggris menemukan bahwa menambahkan setidaknya 3,5 gram dedak gandum ke diet harian Anda dapat mengurangi sembelit dan aspek lain dari pencernaan hanya dalam dua minggu.

Jika pengaturan pola makan ini tidak membuat perbedaan? Segeralah berkonsultasi ke dokter Anda, ASAP. Apalagi jika kotoran Anda tampak seperti pita tipis atau pensil tipis, karena ini bisa jadi pertanda obstruksi usus atau bahkan kanker usus besar. (menshealth.com)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Rahasia Sehat Fajar Alexa

Rahasia Sehat Fajar Alexa

Health | Kamis, 14 Agustus 2014 | 15:53 WIB

Alasan Meninggalkan Meja Kerja Saat Makan Siang

Alasan Meninggalkan Meja Kerja Saat Makan Siang

Health | Rabu, 13 Agustus 2014 | 14:22 WIB

Bahaya Terlalu Sering Mengenakan "Skinny Jeans"

Bahaya Terlalu Sering Mengenakan "Skinny Jeans"

Health | Senin, 11 Agustus 2014 | 18:05 WIB

Merasa Stamina Tidak Oke? Kenali Penyebabnya

Merasa Stamina Tidak Oke? Kenali Penyebabnya

Health | Rabu, 06 Agustus 2014 | 14:55 WIB

Waspadai Efek Samping Aspirin

Waspadai Efek Samping Aspirin

Health | Rabu, 06 Agustus 2014 | 10:22 WIB

Terkini

4 Cara Cek Tilang Elektronik (ETLE) Online, Cepat dan Antiribet

4 Cara Cek Tilang Elektronik (ETLE) Online, Cepat dan Antiribet

Otomotif | Minggu, 08 November 2026 | 19:54 WIB

Emak-emak Surabaya Demo Tolak Pajak Pembalut

Emak-emak Surabaya Demo Tolak Pajak Pembalut

Jatim | Minggu, 08 November 2026 | 19:53 WIB

Penyerangan di Masjid Duren Sawit Saat Salat Subuh, Pelaku Bawa Kapak dan Dua Tabung Gas

Penyerangan di Masjid Duren Sawit Saat Salat Subuh, Pelaku Bawa Kapak dan Dua Tabung Gas

News | Minggu, 08 November 2026 | 19:48 WIB

Pakai Sistem Ranjau dan Dompet Digital, Bisnis Sabu di Surabaya Terbongkar

Pakai Sistem Ranjau dan Dompet Digital, Bisnis Sabu di Surabaya Terbongkar

Jatim | Minggu, 08 November 2026 | 19:41 WIB

DPR Desak Kejagung Bongkar Aktor Besar di Balik Dugaan Korupsi Tambang Nikel Sultra

DPR Desak Kejagung Bongkar Aktor Besar di Balik Dugaan Korupsi Tambang Nikel Sultra

News | Minggu, 08 November 2026 | 19:40 WIB

Fakta Unik Daun Salam: Bumbu Masakan Rumahan yang Jadi Simbol Berbagi di Pedesaan

Fakta Unik Daun Salam: Bumbu Masakan Rumahan yang Jadi Simbol Berbagi di Pedesaan

Your Say | Minggu, 08 November 2026 | 19:34 WIB

489 Hektare Hutan Malang Selatan Hilang, Kini 63 Hektare Kembali Terancam

489 Hektare Hutan Malang Selatan Hilang, Kini 63 Hektare Kembali Terancam

Your Say | Minggu, 08 November 2026 | 19:10 WIB

Gubernur Khofifah Raih Anugerah Adhiwidya PNFI Indonesia 2026: Pelopor Penuntasan Anak Tidak Sekolah

Gubernur Khofifah Raih Anugerah Adhiwidya PNFI Indonesia 2026: Pelopor Penuntasan Anak Tidak Sekolah

Jatim | Minggu, 08 November 2026 | 19:04 WIB

Polisi Gagalkan Dugaan Tawuran di Kramat Jati, 4 Pemuda Diciduk Bersama Sajam

Polisi Gagalkan Dugaan Tawuran di Kramat Jati, 4 Pemuda Diciduk Bersama Sajam

News | Minggu, 08 November 2026 | 18:51 WIB

BNPB Pastikan Pemadaman Karhutla di Kalimantan Tetap Berlanjut Usai Helikopter Super Puma Jatuh

BNPB Pastikan Pemadaman Karhutla di Kalimantan Tetap Berlanjut Usai Helikopter Super Puma Jatuh

News | Minggu, 08 November 2026 | 18:40 WIB

×