Kontroversi di Dunia Kesehatan Sepanjang 2014 (2)

Ririn Indriani | Firsta Nodia | Suara.com

Minggu, 21 Desember 2014 | 10:00 WIB
Kontroversi di Dunia Kesehatan Sepanjang 2014 (2)
Ilustrasi ganja. (Shutterstock)

Suara.com - Ada banyak kasus atau peristiwa yang kontroversi di dunia sepanjang 2014. Tak hanya di dunia politik, hukum dan sosial, tetapi juga di dunia kesehatan.

Apa saja? Yuk, kita kilas balik lagi isu-isu kesehatan yang menjadi kontroversi di dunia kesehatan sepanjang 2014.
 
4. Marijuana sebagai obat
Marijuana atau akrab disebut ganja biasanya dipakai untuk memberikan efek santai bagi pengguna yang akhirnya disalahgunakan penggunaannya. Keputusan Pemerintah Amerika Serikat (AS) melegalkan marijuana sontak membuat beberapa negara tercengang. Kepemilikan sejumlah kecil ganja menjadi barang yang tidak dianggap tabu lagi di negara tersebut. Salah satunya negara bagian Washington, Colorado, dan Oregon, Amerika Serikat. Memang beberapa tahun terakhir, banyak sekali penelitian yang mengusung manfaat ganja bagi kesehatan. Kandungan tetrahidrocanabinol (THC) ditengarai menjadi penyebab ampuhnya ganja untuk menyembuhkan nyeri kronis, penyakit radang usus, insomnia, dan meningkatkan nafsu makan. Bahkan di California, 90 persen orang mengaku bahwa ganja membantu mereka mengobati kondisi medis yang serius.

5. Apakah rokok elektrik bermanfaat?
Rokok elektrik begitu populer tahun ini. Sebagian besar pemakainya berdalih, rokok tanpa proses pembakaran ini lebih sehat dan dapat membantu mereka berhenti merokok. Sayangnya hingga kini regulasi rokok elektrik masih menjadi perdebatan di berbagai negara. Perokok eletrik ini juga tidak terbukti mengakhiri kebiasaan buruk mengisap bahan kimia ke dalam tubuhnya. Beberapa justru kembali melakukan kebiasaan mengisap rokok konvensional.

6. Obesitas? Sudah pasti tak sehat
Selama ini gemuk diidentikan dengan kesuburan. Bayi yang lahir gemuk selalu dianggap lebih sehat ketimbang dengan bayi yang lahir kurus. Padahal, kegemukan atau obseitas sudah tentu tak baik untuk tubuh. Orang yang gemuk pasti memiliki indeks massa tubuh yang tinggi sehingga risikonya lebih tinggi untuk mengalami penumpukan plak di arteri yang menyebabkan penyakit jantung. Berat tubuh yang ekstra justru menjadi sebuah beban, dimana tubuh akan bekerja lebih keras untuk menopangnya.

7. Gegar otak apakah umum dialami?
Jenis cedera yang sangat berbahaya adalah kepala terluka akibat dari dampak tabrakan atau kecelakaan saat berolahraga. Namun seringkali gegar otak ini tidak disadari oleh korban. Ketika hal ini terjadi biasanya si penderita hanya mendapati luka ringan di kepala seperti lecet hingga terdapat luka sobek akibat benturan keras. Padahal cedera ini sangat berbahaya dan bisa menimbulkan kematian. Di Amerika Serikat, gegar otak merupakan cedera yang paling banyak terjadi pada korban tabrakan maupun atlet. (Medical Daily)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Segera Dipasarkan, Rokok Ganja Elektrik

Segera Dipasarkan, Rokok Ganja Elektrik

Lifestyle | Kamis, 18 Desember 2014 | 14:32 WIB

Terkini

Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya

Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya

Health | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:21 WIB

Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat

Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat

Health | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:05 WIB

Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?

Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?

Health | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:35 WIB

Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat

Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat

Health | Selasa, 05 Mei 2026 | 08:24 WIB

Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik

Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik

Health | Senin, 04 Mei 2026 | 22:10 WIB

Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien

Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien

Health | Senin, 04 Mei 2026 | 15:07 WIB

Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik

Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik

Health | Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:00 WIB

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Health | Kamis, 30 April 2026 | 18:40 WIB

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:49 WIB

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:38 WIB