Solusi Bijak Agar Ibu Bekerja Bisa Tenang, Tanpa Harus Mengorbankan Kualitas Pengasuhan Anak

Dinda Rachmawati Suara.Com
Minggu, 01 Februari 2026 | 07:47 WIB
Solusi Bijak Agar Ibu Bekerja Bisa Tenang, Tanpa Harus Mengorbankan Kualitas Pengasuhan Anak
Ilustrasi ibu bekerja (pexels.com/Ketut Subiyanto)
Baca 10 detik
  • Pengasuhan anak penting sebagai infrastruktur sosial yang mendukung produktivitas ibu, bukan sekadar urusan privat keluarga.
  • Investasi pengasuhan berkualitas memberikan dampak ekonomi luas, termasuk peningkatan partisipasi angkatan kerja perempuan dan PDB nasional.
  • MainStory sejak 2022 menyediakan layanan pengasuhan terstruktur yang membantu ibu bekerja lebih fokus dan mengurangi beban emosional.

Suara.com - Bagi banyak ibu bekerja, pengasuhan anak sering kali menjadi tantangan paling berat dalam perjalanan karier dan kehidupan keluarga. 

Di tengah tuntutan pekerjaan, ibu dihadapkan pada berbagai pertanyaan besar, siapa yang akan menjaga anak, bagaimana kualitas pengasuhannya, dan apakah keputusan menitipkan anak adalah pilihan yang tepat. 

Apalagi selama ini, pengasuhan anak kerap dianggap sebagai urusan privat keluarga, seolah menjadi persoalan personal yang harus diselesaikan sendiri oleh orang tua, terutama ibu.

Padahal, satu keputusan menitipkan anak menyimpan dampak domino yang jauh lebih luas. Bukan hanya berpengaruh pada ketenangan keluarga, tetapi juga pada produktivitas tenaga kerja, keberlanjutan karier perempuan, hingga fondasi pertumbuhan ekonomi nasional. 

Untuk itu, pengasuhan anak semakin relevan dipandang sebagai bagian dari infrastruktur sosial yang menentukan kualitas generasi masa depan dan partisipasi tenaga kerja hari ini.

“Ketika seorang ibu bisa tetap bekerja karena anaknya mendapatkan pengasuhan yang aman dan berkualitas, dampaknya tidak berhenti di keluarga itu saja. Dampaknya menjalar ke produktivitas perusahaan dan ekonomi nasional,” ujar Antoni Lewa, CEO MainStory.

Dalam realitas sehari-hari, tantangan pengasuhan anak bagi ibu bekerja sangat konkret. Kekhawatiran soal keamanan anak, ketidaksesuaian stimulasi tumbuh kembang, hingga kelelahan akibat sering berganti pengasuh atau asisten rumah tangga menjadi beban emosional yang berulang. 

Tak sedikit ibu akhirnya memilih mengorbankan karier karena merasa tidak memiliki sistem pendukung yang dapat diandalkan. Menurut Antoni, kondisi ini menunjukkan bahwa pengasuhan anak tidak bisa lagi diposisikan sebagai solusi individual semata. 

Pengasuhan anak layak dianggap sebagai infrastruktur sosial karena dampaknya lintas generasi, mulai dari stimulasi tumbuh kembang anak, keberlanjutan karier orang tua khususnya perempuan, hingga produktivitas ekonomi jangka panjang. 

Baca Juga: Membaca Drama 'Genie, Make a Wish' Lewat Lensa Pengasuhan Kolektif

Berbagai riset menunjukkan bahwa investasi pada pengasuhan anak berkualitas mampu memberikan return hingga 7–10 kali lipat dan membantu menyetarakan peluang ekonomi anak lintas latar sosial di masa dewasa.

Artinya, setiap rupiah yang dialokasikan untuk pengasuhan anak tidak hanya berdampak pada anak hari ini, tetapi juga memengaruhi segala aspek.

Mulai dari meningkatnya partisipasi kerja orang tua, produktivitas tenaga kerja, serta kualitas sumber daya manusia di masa depan yang menopang pertumbuhan ekonomi nasional.

Dalam konteks Indonesia, dampak ini semakin terasa. Akses pengasuhan anak yang terjangkau dan berkualitas berpotensi meningkatkan partisipasi angkatan kerja perempuan dari 53% menjadi 58%. 

Berbagai studi memperkirakan peningkatan tersebut dapat berkontribusi hingga USD 62 miliar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) per tahun. Angka ini menegaskan bahwa produktivitas ibu bekerja bukan hanya isu keluarga, melainkan kepentingan negara.

Solusi Bijak dari Tantangan yang Dihadapi Ibu Bekerja

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu SpongeBob, Patrick, Squidward, Mr. Krabs, atau Plankton?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Nge-fans Kamu dengan Lisa BLACKPINK?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Maarten Paes? Kiper Timnas Indonesia yang Direkrut Ajax Amsterdam
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tes Seberapa Tahu Kamu tentang Layvin Kurzawa? Pemain Baru Persib Bandung Eks PSG
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI