Studi: Bayi Tabung Lebih Sehat dari Sebelumnya

Ririn Indriani | Firsta Nodia | Suara.com

Jum'at, 23 Januari 2015 | 14:18 WIB
Studi: Bayi Tabung Lebih Sehat dari Sebelumnya
Ilustrasi. (Shutterstock)

Suara.com - Perkembangan teknologi pada abad sekarang sudah tidak bisa dibendung, banyak penemuan canggih yang semakin mempermudah manusia untuk menjalankan kehidupan, salah satunya bagi pasangan yang susah memiliki anak karena beberapa faktor tertentu.

Kini mereka bisa mengupayakan kelahiran sang anak melalui proses bayi tabung. Namun, bagi Anda yang ingin mencoba cara ini kadang merasakan ketakutan, apakah bayi yang dilahirkan akan sehat dan sempurna, atau malah menghasilkan bayi yang tidak sehat.

Studi yang dilakukan di Skandinavia mengatakan bahwa Program Bayi Tabung (IVF) ternyata tidak mempengaruhi kesehatan bayi pada umumnya, sehingga bayi akan terlahir normal dan bahkan lebih sehat dari bayi-bayi tanpa bantuan medis atau teknologi dalam pembuahannya.

Hasil ini didapat setelah menganalisis sebuah data tahun 1988-2007 dari Denmark, Finlandia, Norwegia dan Swedia dengan jumlah lebih dari 92.000 anak yang lahir melalu Assisted Reproductive Technology (ART) istilah untuk bayi tabung dalam metode lainnya.

Dari bayi yang lahir tersebut, lebih dari 62.000 adalah kelahiran umum (satu bayi), dan lebih dari 29.000 adalah bayi lahir kembar.

Ketika dibandingkan antara bayi yang lahir melalui proses normal dan proses bayi tabung, menurut peneliti, Anna Karina, dari University of Copenhagen bahwa bayi kembar yang lahir melalui proses alami tanpa bantuan khusus memiliki angka kematian lebih tinggi daripada bayi yang lahir melalui proses ART.

Perkembangan bayi tabung semakin baik dan menjanjikan, pada 1988-1992 bayi yang lahir melalui ART menghasilkan bayi prematur sebanyak 13 persen, berbeda dengan bayi yang lahir karena proses alami sebanyak 5 persen, namun pada tahun 2007 menjadi lebih baik untuk bayi yang dilahirkan dengan proses ART yaitu menurun menjadi 8 persen.

Peningkatan kesehatan yang dihasilkan melalui proses bayi tabung ini dapat dijelaskan oleh Henningsen. Salah satunya adalah disempurnakannya proses awal saat melakukan pembuahan.

Pemberian obat-obatan hormonal untuk merangsang ovarium agar sel telur dapat bereaksi dan menghasilkan embrio yang lebih baik dari sebelumnya. Dari proses yang semakin mutahir ini dimungkinkan lebih banyak bayi kembar, lahir dari cara ART.

Dari tahun 1989 sampai 2002, jumlah bayi kembar dengan cara ART di empat negara bagian Skandinavia begitu stabil sekitar 23 persen kelahiran. Namun pada tahun 2007 menurun menjadi 11,6 persen untuk bayi kembar yang dihasilkan oleh cara ART tersebut. (Zeenews)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pemerintah Siapkan Tim Koordinasi Hadapi Investigasi Perjanjian Dagang RI-AS

Pemerintah Siapkan Tim Koordinasi Hadapi Investigasi Perjanjian Dagang RI-AS

Bisnis | Rabu, 18 Maret 2026 | 21:41 WIB

Review The Art of Sarah: Serial Netflix yang Mengkritik Obsesi Status Palsu

Review The Art of Sarah: Serial Netflix yang Mengkritik Obsesi Status Palsu

Your Say | Selasa, 17 Maret 2026 | 14:05 WIB

RUU PPRT Melaju, Puan Targetkan Perlindungan ART Berbasis Semangat Kerja Sama

RUU PPRT Melaju, Puan Targetkan Perlindungan ART Berbasis Semangat Kerja Sama

News | Kamis, 12 Maret 2026 | 16:19 WIB

Pemerintah Klaim Perjanjian Dagang RI-AS Perkuat Ekspor Produk Lokal

Pemerintah Klaim Perjanjian Dagang RI-AS Perkuat Ekspor Produk Lokal

Bisnis | Rabu, 04 Maret 2026 | 22:31 WIB

Berapa THR yang Layak untuk ART? Begini Cara Menghitungnya

Berapa THR yang Layak untuk ART? Begini Cara Menghitungnya

Lifestyle | Rabu, 04 Maret 2026 | 10:17 WIB

Viral Video Penganiayaan ART di Sunter Ternyata Kejadian 2023, Polisi Ungkap Fakta Mengejutkan

Viral Video Penganiayaan ART di Sunter Ternyata Kejadian 2023, Polisi Ungkap Fakta Mengejutkan

News | Senin, 02 Maret 2026 | 13:36 WIB

Belum Move On dari The Art of Sarah? Ini 7 Serial Barat Penuh Tipu Daya yang Wajib Ditonton!

Belum Move On dari The Art of Sarah? Ini 7 Serial Barat Penuh Tipu Daya yang Wajib Ditonton!

Entertainment | Kamis, 26 Februari 2026 | 21:00 WIB

Denise Chariesta Ingin Bayi Tabung dengan Donor Sperma, Hukum Indonesia Mengizinkan?

Denise Chariesta Ingin Bayi Tabung dengan Donor Sperma, Hukum Indonesia Mengizinkan?

Entertainment | Sabtu, 21 Februari 2026 | 20:30 WIB

Nail Art Aurel Hermansyah saat Sahur Curi Perhatian, Netizen: Wudunya Sah?

Nail Art Aurel Hermansyah saat Sahur Curi Perhatian, Netizen: Wudunya Sah?

Entertainment | Sabtu, 21 Februari 2026 | 13:15 WIB

Citra, Status, dan Rasa Takut Gagal dalam The Art of Sarah

Citra, Status, dan Rasa Takut Gagal dalam The Art of Sarah

Your Say | Jum'at, 20 Februari 2026 | 06:45 WIB

Terkini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Health | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:04 WIB

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Health | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:49 WIB

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Health | Rabu, 18 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Health | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:31 WIB

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 17:14 WIB

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 16:49 WIB

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 15:52 WIB

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 11:54 WIB

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 09:18 WIB

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Health | Sabtu, 14 Maret 2026 | 14:38 WIB