Studi: Sperma Ayah Bisa Deteksi Risiko Autisme Anak

Ririn Indriani, Firsta Nodia

Selasa, 28 April 2015 | 07:12 WIB
Studi: Sperma Ayah Bisa Deteksi Risiko Autisme Anak
Sperma

Suara.com - Autisme merupakan kelainan perkembangan sistem saraf pada seseorang yang kebanyakan diakibatkan oleh faktor hereditas dan kadang-kadang telah dapat dideteksi sejak bayi berusia 6 bulan. Kejadian ini sering terjadi tanpa bisa dipantau sebabnya.

Namun sebuah penelitian terbaru yang dipimpin oleh Johns Hopkins menemukan bahwa DNA yang dibawa oleh sperma sang ayah bisa jadi petunjuk awal untuk mendeteksi risiko autisme pada sang anak.

Wakil ketua tim penelitian Daniele Fallin mengatakan bahwa perubahan epigenetik yang diwariskan dari ayah ke anak-anak, dapat dideteksi dari sperma yang dimiliki sang ayah. Dalam penelitian ini, peneliti mencari kemungkinan penyebab kondisi tidak normal dalam gen itu sendiri, terutama dalam 'epigenetik' yang berfungsi mengatur aktivitas gen.

Untuk mengetahui kemungkinan itu, Andrew Feinberg, Fallin dan tim peneliti, melakukan penilaian 'epigenetik' pada DNA dari sperma 44 orang ayah. Penelitian ini juga mendaftarkan ibu hamil yang sudah memiliki anak dengan autisme, dan mengumpulkan informasi berupa sampel biologis dari ibu, ayah dan bayinya setelah lahir.

Pada satu tahun setelah anak lahir, peneliti mendapatkan bukti bahwa anak yang dihasilkan dari sperma yang disebutkan tadi memiliki tanda-tanda awal autisme menurut perhitungan menggunakan Skala Autisme Observasi untuk Bayi (AOSI).

Lalu bagaimana jenis sperma yang dapat menghasilkan anak autisme? Untuk mendapatkan jawaban ini, peneliti mengumpulkan DNA dari masing-masing sampel sperma dan mencari 'tag epigenetik' pada 450.000 kemungkinan yang berbeda di seluruh genom. Kemudian hasil temuan akan dibandingkan hingga ditemukan skor AOSI setiap anak.

Peneliti menemukan 193 kemungkinan berbeda yang berhubungan dengan skor AOSI. Hasilnya peneliti memang tidak bisa menjelaskan dari mana sperma itu membawa faktor autisme.

Menurut peneliti, autisme sudah menjadi gen bawaan yang permanen. Gen sperma yang memiliki kemungkinan ini memiliki perkembangan yang sangat mencolok, terutama pada perkembangan sarafnya.

Yang menarik adalah empat dari 10 kemungkinan terkait dengan sindrom Prader Willi, kelainan genetik yang menjadi gejala terbesar penyebab autisme. (Zeenews)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Fakta dan Mitos Soal Sperma

Fakta dan Mitos Soal Sperma

Lifestyle | Selasa, 21 April 2015 | 20:05 WIB

Terkini

Transformasi Mengejutkan Chandra Wahyu: dari Dunia Hiburan ke Ruang Terapi demi Warga Kurang Mampu

Transformasi Mengejutkan Chandra Wahyu: dari Dunia Hiburan ke Ruang Terapi demi Warga Kurang Mampu

Entertainment | Rabu, 30 September 2026 | 14:55 WIB

LPS Pertahankan Bunga Penjaminan Simpanan, Berlaku hingga Januari 2027

LPS Pertahankan Bunga Penjaminan Simpanan, Berlaku hingga Januari 2027

Sumut | Rabu, 30 September 2026 | 14:54 WIB

Bukan Cuma Cuaca Ekstrem, Krisis Iklim Juga Ancam Gizi Anak: Kenapa?

Bukan Cuma Cuaca Ekstrem, Krisis Iklim Juga Ancam Gizi Anak: Kenapa?

Health | Rabu, 30 September 2026 | 14:54 WIB

Kemensos Siapkan Sistem Pelaporan Terpadu Sekolah Rakyat untuk Masyarakat

Kemensos Siapkan Sistem Pelaporan Terpadu Sekolah Rakyat untuk Masyarakat

News | Rabu, 30 September 2026 | 14:53 WIB

Belajar Menghargai Perempuan Lewat Sosok Borno di 'Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah'

Belajar Menghargai Perempuan Lewat Sosok Borno di 'Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah'

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 14:50 WIB

Barangkali yang Kita Butuhkan Hanya Jeda, Bukan Jawaban Baru

Barangkali yang Kita Butuhkan Hanya Jeda, Bukan Jawaban Baru

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 14:50 WIB

Qodari Tegur Keras Deputi Bakom RI Timothy Ivan soal Gaya Hidup Mewah di Medsos

Qodari Tegur Keras Deputi Bakom RI Timothy Ivan soal Gaya Hidup Mewah di Medsos

News | Rabu, 30 September 2026 | 14:45 WIB

Wamensos Dorong Percepatan Pembangunan Sekolah Rakyat Pekalongan

Wamensos Dorong Percepatan Pembangunan Sekolah Rakyat Pekalongan

News | Rabu, 30 September 2026 | 14:45 WIB

7 Rekomendasi Moisturizer Gel Ringan untuk Naik Motor agar Tidak Kusam Kena Polusi

7 Rekomendasi Moisturizer Gel Ringan untuk Naik Motor agar Tidak Kusam Kena Polusi

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 14:45 WIB

Kenapa Mata Kanan Kedutan? Ini Penyebab Menurut Medis, Waspadai Penyakit Bahaya!

Kenapa Mata Kanan Kedutan? Ini Penyebab Menurut Medis, Waspadai Penyakit Bahaya!

Health | Rabu, 30 September 2026 | 14:44 WIB

×