Daun Pepaya Bisa Atasi Demam Berdarah

Ririn Indriani | Firsta Nodia | Suara.com

Minggu, 27 September 2015 | 08:56 WIB
Daun Pepaya Bisa Atasi Demam Berdarah
Ilustrasi. (Shutterstock)

Suara.com - Demam berdarah selalu menjadi penyakit yang ditakuti, karena semakin tahun jumlah penderitanya semakin bertambah, bahkan pada penderitanya bisa memicu kematian.

Gejala demam berdarah seringkali ditandai dengan demam, sakit kepala, nyeri otot dan sendi, serta ruam pada kulit yang mirip dengan campak.

Pada beberapa kasus, demam berdarah menjadi penyakit yang mengancam jiwa, mengakibatkan pendarahan, rendahnya tingkat trombosit darah dan kebocoran plasma darah, atau biasa disebut dengue shock syndrome, yang ditandai dengan tekanan darah sangat rendah.

Beberapa tahun terakhir telah ditemukan pengobatan mutakhir untuk menyembuhkan demam berdarah, namun nyatanya tidak sedikit masyarakat yang lebih memilih pengobatan alami yang lebih murah dan praktis. Salah satunya adalah daun pepaya.

Daun pepaya dipercaya dapat meningkatkan jumlah trombosit dalam tubuh. Oleh karena itu daun ini banyak dicari oleh masyarakat.

Padahal, menurut para dokter, belum ada penelitian ilmiah yang membuktikan bahwa daun pepaya bisa menyembuhkan demam berdarah atau meningkatkan tombosit darah.

Menurut SP Byotra dari Rumah Sakit Sir Ganga Rama, 95 persen pasien demam berdarah sembuh dengan sendirinya karena pertahanan tubuh masing-masing pasien.

Beberapa pasien yang berhasil menurunkan trombositnya percaya adanya manfaat besar dari daun pepaya, karena telah mereka buktikan sendiri.

Ada cara yang harus dilakukan jika Anda ingin menggunakan daun pepaya sebagai obat yang efektif. Rebus daun pepaya kemudian haluskan agar mudah mengekstraknya menjadi segelas jus, setelah itu diminum.

Preeti Chabra, konsultan senior di Rumah Sakit Sir Ganga Rama, mengatakan ia menemukan banyaknya orang yang meminta jus daun pepaya. Peristiwa ini tampak seperti sebuah fenomena baru di negara India. Namun, fenomena yang 'meledak' ini tidak mungkin terjadi kalau memang tidak adanya manfaat yang nyata dirasakan pasien.

Semakin besar manfaat yang telah dirasakan dari daun pepaya dalam pengobatan demam berdarah menarik beberapa perusahaan membuat sebuah pil atau kapsul yang isinya ekstrak daun pepaya.

Meski awalnya kurang didukung dengan data ilmiah, namun laboratorium Bengaluru berhasil mengembangkan pengobatan tersebut yang diberi nama 'Caripill'. Ini merupakan obat pertama yang didukung oleh data ilmiah memadai, terutama untuk meningkatkan jumlah trombosit dalam kasus demam berdarah.

Menariknya, daun pepaya juga telah memiliki sifat anti-malaria dan anti-kanker yang kuat. Dan di beberapa bagian dunia, ekstrak daun pepaya digunakan sebagai obat untuk mencegah malaria di daerah endemis.

Sesuai penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Ethnopharmacology pada 2010, peneliti dari Amerika Serikat dan Jepang juga menemukan bahwa enzim yang ditemukan dalam daun pepaya memiliki sifat melawan kanker terhadap berbagai tumor termasuk kanker serviks, kanker payudara, kanker hati, kanker paru-paru, dan kanker pankreas. (Zeenews)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Sebabnya Jus Jambu Bisa Atasi Demam Berdarah

Ini Sebabnya Jus Jambu Bisa Atasi Demam Berdarah

Health | Jum'at, 11 September 2015 | 08:30 WIB

Alat Ini Bisa Deteksi Demam Berdarah dari Air Liur

Alat Ini Bisa Deteksi Demam Berdarah dari Air Liur

Health | Minggu, 01 Februari 2015 | 07:08 WIB

Demam Berdarah Renggut 32 Nyawa, Jatim Terapkan KLB

Demam Berdarah Renggut 32 Nyawa, Jatim Terapkan KLB

News | Rabu, 28 Januari 2015 | 21:51 WIB

Brasil Perangi Demam Berdarah dengan Nyamuk Rekayasa Genetika

Brasil Perangi Demam Berdarah dengan Nyamuk Rekayasa Genetika

Tekno | Kamis, 24 Juli 2014 | 20:16 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB