Plus Minus Persalinan dengan Anestesi Epidural

Ririn Indriani | Suara.com

Selasa, 22 Maret 2016 | 16:04 WIB
Plus Minus Persalinan dengan Anestesi Epidural
Ilustrasi ibu hamil. (Shutterstock)

Suara.com - Tanya:

Selamat sore Dokter,
Saya seorang perempuan yang sedang hamil. Ada beberapa yang saya tanyakan seputar persalinan. Dok, pemilihan proses persalinan dapat dilakukan sejak minggu ke berapa, ya? Apakah dapat memilih dokter yang akan menangani persalinan kita mengingat jadwal dokter dan waktu persalinan yang tidak pasti? Lalu, untuk persalinan normal apakah pasti diberikan suntik epidural? Apakah harus diminta atau atas pertimbangan dokter saja? Bagaimana prosedur pemberian epidural dan adakah resiko atau efek negatifnya? Terima kasih.

CR


Jawab:

Halo, selamat sore Saudari CR.
Usia kehamilan dikatakan cukup bulan saat kehamilan berusia 37 minggu atau lebih, artinya pada saat usia ini paru-paru janin dan organ-organ lainnya sudah matang hingga bayi siap hidup di luar kandungan. Jika Anda menginginkan persalian dengan operasi caesar, pada umumnya dokter spesialis kandungan akan memilih usia kehamilan 38-39 minggu untuk melakukan operasi tersebut.

Jika Anda menginginkan persalinan normal, maka umumnya dokter akan menunggu hingga muncul tAnda-tanda persalinan pada Anda yang umumnya tidak melebihi waktu 42 minggu.

Pasien berhak memilih dokter ahli kandungan yang menanganinya terutama apabila seluruh pembayaran dilakukan oleh pasien. Untuk waktu persalinan dan ketentuan lainnya, biasanya pasien perlu melakukan konsultasi tentang anjuran persalinannya saat melakukan kontrol pemeriksaan kehamilan.

Anestesi epidural dilakukan oleh dokter ahli anastesi dengan cara menyuntikkan obat bius ke punggung bawah atau daerah epidural (salah satu bagian di susunan saraf pusat di bagian tulang belakang).

Beberapa manfaat dari cara melahirkan normal dengan anestesi epidural adalah sebagai berikut:
1. Tidak akan merasa sakit dan dapat relaks saat melahirkan, sehingga akan mengurangi ketidaknyamanan saat melahirkan.

2. Anestesi epidural akan tetap membuat Anda terjaga.

3. Efek dari epidural tidak akan membuat Anda kelelahan. Anda malah akan merasa lebih santai, fokus dan dapat aktif selama masa persalinan.

4. Penggunaan anestesi epidural saat melahirkan biasanya berhasil. Akan tetapi, hal ini tergantung kemampuan dokter dan ibu hamil saat persalinan.

Di sisi lain, cara melahirkan dengan anastesi epidural juga memiliki beberapa kekurangan, di antaranya:

1. Dapat menyebabkan tekanan darah tiba-tiba turun drastis.
2. Kemungkinan mengalami sakit kepala parah yang disebabkan oleh kebocoran cairan tulang belakang.
3. Efek samping anastesi epidural adalah menggigil, telinga berdengung, sakit punggung, nyeri di tempat jarum suntik dimasukkan, mual, atau kesulitan buang air kecil, reaksi alergi obat.
4. Selama beberapa jam tubuh akan merasa mati rasa.
5. Meski jarang terjadi, terdapat risiko kerusakan saraf yang permanen.

Terima kasih, semoga bermanfaat.

Dijawab oleh dr. Anita
Sumber: www.meetdoctor.com

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Lakukan Ini Agar Penderita Tifus Segera Pulih

Lakukan Ini Agar Penderita Tifus Segera Pulih

Health | Senin, 21 Maret 2016 | 19:12 WIB

Ini yang Mempengaruhi Siklus Haid

Ini yang Mempengaruhi Siklus Haid

Health | Senin, 21 Maret 2016 | 13:01 WIB

Apa Bedanya Haid dengan Darah Implantasi?

Apa Bedanya Haid dengan Darah Implantasi?

Health | Jum'at, 18 Maret 2016 | 20:07 WIB

Mata Bintitan, Penyebab dan Cara Mengatasinya

Mata Bintitan, Penyebab dan Cara Mengatasinya

Health | Jum'at, 18 Maret 2016 | 15:19 WIB

Terkini

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB