Ini yang Bikin Tangan dan Kaki Bisa Kesemutan

Ririn Indriani

Selasa, 03 Januari 2017 | 14:40 WIB
Ini yang Bikin Tangan dan Kaki Bisa Kesemutan
Ilustrasi. (Shutterstock)

Suara.com - Hampir setiap orang pernah mengalami sensasi menggelitik dan menusuk yang datang tiba-tiba di tangan atau kaki. Kita umum menyebutnya dengan “kesemutan”, karena sensasi yang dirasakan layaknya digerayangi ratusan semut di bawah kulit.

Kulit Anda mungkin terasa sedikit kebas (mati rasa), seolah Anda tidak bisa merasakan sensasi apapun selain rasa menggelitik dan gatal yang mengganggu — bagaikan ditusuk-tusuk jarum kecil.

Ketika kaki Anda kesemutan, bahkan untuk menumpukkan sedikit saja berat badan di kaki akan terasa menyengsarakan. Memang tidak sampai terasa sakit minta ampun, tapi rasanya lumayan tidak nyaman juga.

Anehnya, hanya dengan menggoyang-goyangkan kaki sebentar saja, sensasi kesemutan ini akan perlahan menghilang.

Lantas, apa itu kesemutan?
Kesemutan seperti dilansir hellosehat.com adalah kondisi yang Anda alami saat tangan atau kaki menerima tumpuan tekanan berat dalam waktu yang cukup lama. Dalam dunia medis, kesemutan disebut dengan paresthesia.

Rasa kebas dan menggelitik yang tidak nyaman ini biasanya terjadi di bagian-bagian tubuh yang rutin digunakan dalam kegiatan sehari-hari, misalnya kaki, lengan, atau tangan (berlutut terlalu lama, duduk bersila, atau tidur bersedekap).

Tubuh manusia memiliki miliaran saraf yang berfungsi sebagai jalur komunikasi dari otak ke seluruh tubuh. Saraf perifer tubuh mengirim informasi kembali ke otak dan sumsum tulang belakang.

Saat tangan atau kaki menerima begitu banyak tekanan, saraf-saraf yang menjalar di dalamnya akan terjepit. Sementara itu, tekanan tersebut juga akan menghimpit pembuluh darah yang menyokong kerja kumpulan saraf tersebut.

Saraf yang terjepit akan menyebabkan otak Anda kekurangan informasi yang diharapkan datang dari kumpulan saraf ini, dan saraf-saraf ini sendiri tidak bisa menerima darah dan oksigen yang mereka butuhkan dari jantung Anda — yang berarti pesan sensorik saraf akan terblokir. Pada akhirnya, anggota tubuh yang bermasalah ini akan “mati rasa”.

Tiga tahapan kesemutan
Kesemutan sebenarnya terjadi dalam tiga tahap. Pertama, dalam satu-dua menit setelah tangan atau kaki menerima tekanan berat, bahkan bisa berlangsung hingga empat menit, adalah sensasi yang disebut sebagai “kompresi menggelitik”, sensasi yang digambarkan seperti luapan busa minuman soda yang terasa samar, atau seperti berdengung.
Tahap kedua, biasanya dimulai sepuluh menit setelahnya, disebut dengan “mati rasa”. Sensasi kebas ini akan berlangsung selama tekanan pada saraf dan pembuluh darah kaki masih berlangsung.

Akhirnya, setelah tekanan diangkat, tahap ketiga mulai mengambil alih proses ini: kesemutan.

Di tahap terakhir yang kita semua sudah sangat akrab dengan sensasinya — tusukan yang menggelitik dan geli mengganggu — kaki akan berfungsi normal seperti sedia kala. Sensasi kesemutan ini disebabkan oleh proses saraf perifer yang kembali bekerja untuk mengirimkan pesan rasa sakit ke otak.

Kumpulan saraf lain, seperti saraf yang berfungsi mengatur suhu tubuh, akan membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih. Kesemutan biasanya akan terasa lebih menyakitkan daripada kedua tahap yang mengikutinya, tetapi aspek emosional dari pengalaman tersebut lebih melibatkan rasa ingin tahu atau penasaran.

Rasa tidak nyaman tersebut kemudian akan perlahan mereda, namun kita biasanya tidak dapat mengetahui dengan persis kapan sensasi tersebut akan kembali normal.

Sensasi kesemutan dapat diatasi dengan meredakan tekanan dari bagian tubuh yang terpengaruh, misalnya dengan berdiri dan berjalan sebentar setelah duduk bersila terlalu lama, atau menggoyang-goyangkan tangan. Hal ini akan memungkinkan suplai darah kembali normal, sehingga menghilangkan sensasi mati rasa dan kesemutan yang menyulitkan Anda.

Apa yang menyebabkan kesemutan?
Selain saraf yang terjepit — carpal tunnel syndrome/CTS, jaringan parut, pembuluh darah membesar, infeksi, atau tumor juga bisa memberikan tekanan pada saraf — ada banyak kondisi lain yang bisa menyebabkan Anda mengalami kesemutan.

Sebagai contoh, gigitan serangga atau hewan, racun alergen dalam makanan laut, sakit kepala migrain, atau terapi radiasi, bisa menyebabkan kesemutan. Kadar alkohol, vitamin B-12, potassium, kalsium atau natrium dalam tubuh yang tidak normal juga dianggap sebagai penyebab potensial dari kesemutan. Terapi radiasi juga dapat menghadirkan sensasi menggelitik yang tidak nyaman nan familiar ini.

Terkadang, cedera tertentu bisa menghasilkan sensasi kebas atau kesemutan, seperti cedera saraf leher atau hernia pada piringan tulang belakang (herniated disk/nucleus pulposus, atau slipped disk). Demikian juga dengan peradangan atau pembengkakan sumsum tulang belakang atau otak bisa memberikan tekanan pada satu saraf atau lebih.
Kesemutan yang perlu diwaspadai

Kesemutan umumnya bersifat sementara. Namun pada banyak kasus, kesemutan bisa menjadi kondisi medis yang berat, memayahkan, episodik, atau kronis. Kesemutan kronis biasanya akan diikuti oleh gejala lainnya, misalnya nyeri, gatal, dan penyusutan/kelemahan otot.

Dalam kasus tersebut, kesemutan bisa menjadi tanda dari kerusakan saraf, sebagai hasil dari beragam kondisi medis yang mendasarinya, misalnya kejang, cedera traumatik atau berulang, infeksi bakteri atau virus, pengerasan arteri, dan penyakit sistemik seperti stroke, diabetes, penyakit hati, ginjal, gangguan tiroid, hingga kanker.

Kerusakan saraf seperti ini disebut dengan neuropati perifer, karena pengaruhnya terhadap saraf-saraf yang jauh dari otak dan tulang belakang, seperti tangan dan kaki. Ada lebih dari 100 jenis berbeda dari neuropati perifer, dan seiring waktu, kondisi ini dapat semakin parah dan menyebabkan penurunan mobilitas tubuh hingga disabilitas.

Kesemutan juga bisa sebagai pertanda awal dari beberapa penyakit autoimun dan turunan, seperti Guillain-Barre syndrome, lupus, arthritis rematoid, Raynauds syndrome, dan Charcot-Marie-Tooth syndrome.

Gejala lain yang harus Anda perhatikan mencakup perasaan bingung dan linglung, sulit fokus, bicara cadel, gangguan penglihatan, perasaan lemah atau sakit parah, dan kehilangan kendali atas saluran pencernaan atau kandung kemih Anda.

Segera cari bantuan medis terdekat jika Anda mengalami kondisi-kondisi di atas setelah Anda mengalami kesemutan yang terasa tidak biasa, atau mengalami cedera punggung, leher, atau kepala yang membuat Anda tidak dapat berjalan atau bergerak.

Kehilangan kesadaran setelah mengalami kesemutan juga merupakan tanda peringatan bahwa Anda harus segera mencari pertolongan medis.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tangan Kebas dan Kesemutan, Lakukan Tips Sederhana Ini

Tangan Kebas dan Kesemutan, Lakukan Tips Sederhana Ini

Health | Kamis, 20 Oktober 2016 | 15:07 WIB

Pentingnya Istirahat untuk Cegah Kerusakan Saraf Tepi

Pentingnya Istirahat untuk Cegah Kerusakan Saraf Tepi

Health | Kamis, 28 April 2016 | 19:27 WIB

Jangan Anggap Sepele Kesemutan

Jangan Anggap Sepele Kesemutan

Health | Kamis, 28 April 2016 | 14:07 WIB

Kesemutan Bisa Dialami karena Masalah Ini

Kesemutan Bisa Dialami karena Masalah Ini

Health | Senin, 16 November 2015 | 14:51 WIB

Tangan Kebas dan Kesemutan pada Ibu Hamil

Tangan Kebas dan Kesemutan pada Ibu Hamil

Health | Jum'at, 02 Januari 2015 | 18:00 WIB

8 Penyakit yang Ditandai Kesemutan dan Rasa Kebas

8 Penyakit yang Ditandai Kesemutan dan Rasa Kebas

Health | Jum'at, 26 September 2014 | 21:03 WIB

Terkini

Tak Sanggup Bayar Kontrakan, Janda di Tangsel Terpaksa Tinggal di Tenda Kebun Bersama Anak-Cucu

Tak Sanggup Bayar Kontrakan, Janda di Tangsel Terpaksa Tinggal di Tenda Kebun Bersama Anak-Cucu

Banten | Selasa, 06 Oktober 2026 | 22:52 WIB

Gugatan Karhutla Kalbar Masuk Pengadilan, Warga Soroti Data dan Penanganan Asap

Gugatan Karhutla Kalbar Masuk Pengadilan, Warga Soroti Data dan Penanganan Asap

Kalbar | Selasa, 06 Oktober 2026 | 22:38 WIB

Jualan Pakai QRIS Makin Untung, Biaya Admin Dipangkas Habis oleh BRI!

Jualan Pakai QRIS Makin Untung, Biaya Admin Dipangkas Habis oleh BRI!

Bri | Selasa, 06 Oktober 2026 | 22:33 WIB

Pembangunan PSEL di Kota Tangsel Mandek, DLH Ungkap Masih Ada Warga Tolak Pembebasan Lahan

Pembangunan PSEL di Kota Tangsel Mandek, DLH Ungkap Masih Ada Warga Tolak Pembebasan Lahan

Banten | Selasa, 06 Oktober 2026 | 22:19 WIB

Promo Tiket Bioskop The Premiere Buy 1 Get 2 Khusus Nasabah BRI, Begini Caranya!

Promo Tiket Bioskop The Premiere Buy 1 Get 2 Khusus Nasabah BRI, Begini Caranya!

Bri | Selasa, 06 Oktober 2026 | 22:11 WIB

33 Tahun Kayuh Becak, Kini Acep Beralih ke Becak Listrik Bantuan Prabowo

33 Tahun Kayuh Becak, Kini Acep Beralih ke Becak Listrik Bantuan Prabowo

Bogor | Selasa, 06 Oktober 2026 | 22:10 WIB

Dari Subuh hingga Sore, Begini Perubahan Udara Palembang yang Masih Dikepung Asap

Dari Subuh hingga Sore, Begini Perubahan Udara Palembang yang Masih Dikepung Asap

Sumsel | Selasa, 06 Oktober 2026 | 22:05 WIB

BRI Beri Karpet Merah dan Cashback Fantastis di Event Burberry

BRI Beri Karpet Merah dan Cashback Fantastis di Event Burberry

Bri | Selasa, 06 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Meski Tak Temukan Bukti Gibran Lulus Setara SMA, MK Tak Berwenang Copot Wapres

Meski Tak Temukan Bukti Gibran Lulus Setara SMA, MK Tak Berwenang Copot Wapres

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 21:51 WIB

Kapolda Jateng Tegaskan Tiga Fokus: Berantas Kejahatan, Layani Warga, Respons Cepat

Kapolda Jateng Tegaskan Tiga Fokus: Berantas Kejahatan, Layani Warga, Respons Cepat

Jawa Tengah | Selasa, 06 Oktober 2026 | 21:32 WIB

×