Studi Terbaru: Orang Jangkung Cenderung Berumur Pendek

Madinah, Firsta Nodia

Selasa, 07 Maret 2017 | 15:39 WIB
Studi Terbaru: Orang Jangkung Cenderung Berumur Pendek
Ilustrasi lelaki jangkung. [shutterstock]

Suara.com - Penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam Postgraduate Medical Journal of British mengungkap fakta jika tinggi badan seseorang bisa menunjukkan risiko kematian.

Peneliti mengatakan, lelaki yang lebih tinggi sangat mungkin menderita kematian dini dibandingkan lelaki pendek. Alasannya, tingginya kadar hormon pertumbuhan pada orang bertubuh jangkung dapat mempengaruhi kesehatan jantung.

"Laki-laki yang mengalami gigantisme atau memiliki tinggi di atas rata-rata lebih mungkin untuk mengalami gagal jantung," ujar peneliti seperti dilansir dari laman The Sun.

Tingginya hormon pertumbuhan diyakini peneliti membuat dinding jantung lebih tebal. Hal ini menambah beban jantung saat memompa darah sehingga meningkatkan risiko terjadinya gagal jantung.

Sebagai perbandingan, sebuah studi terpisah pada laki-laki bertubuh pendek menunjukkan kecenderungan umur yang lebih panjang. Menurut peneliti, selain hormon pertumbuhan, faktor lain seperti gaya hidup tak sehat dan aktivitas fisik yang kurang membuat risiko gagal jantung menjadi lebih tinggi.

Hal ini sejalan dengan Sebuah studi 1992 yang meneliti catatan kematian hampir 1.700 orang menemukan bahwa, rata-rata lelaki yang lebih pendek dari 175 cm tutup usia pada usia 71 tahun. Sementara, lelaki yang lebih tinggi dari 190 cm, rata-rata meninggal lebih cepat, yaitu pada usia 64 tahun.

"Hampir pada setiap spesies, individu yang lebih kecil hidup lebih lama," kata Thomas Samaras, yang menjalankan Reventropy Associates di San Diego, sebuah organisasi nirlaba yang meneliti konsekuensi dari pertambahan populasi dunia.

Tinggi orang dewasa yang mengalami gigantisme dapat mencapai 2,25 - 2,40 meter. Akromegali juga merupakan kondisi kelebihan hormon pertumbuhan, hanya bedanya jika gigantisme muncul sejak kanak-kanak, akromegali muncul saat dewasa.

Hormon pertumbuhan diproduksi oleh kelenjar hipofisis. Hipofisis merupakan kelenjar kecil yang terletak di dasar otak di belakang batang hidung dan menghasilkan sejumlah hormon. (The Sun)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Fakta Menarik Tentang Kesehatan Lelaki Jangkung

Fakta Menarik Tentang Kesehatan Lelaki Jangkung

Health | Jum'at, 15 April 2016 | 10:33 WIB

Lelaki Jangkung Berusia Lebih Pendek?

Lelaki Jangkung Berusia Lebih Pendek?

Health | Kamis, 31 Maret 2016 | 15:16 WIB

Studi: Orang Jangkung Lebih Berisiko Kanker

Studi: Orang Jangkung Lebih Berisiko Kanker

Health | Jum'at, 02 Oktober 2015 | 19:22 WIB

Terkini

Rebutan Lahan Parkir Berujung Bentrok di Garut, Satu Orang Terkena Sajam

Rebutan Lahan Parkir Berujung Bentrok di Garut, Satu Orang Terkena Sajam

Jabar | Senin, 28 September 2026 | 10:25 WIB

Enam Lokasi Pasar Murah di Pekanbaru Periode Sepekan ke Depan

Enam Lokasi Pasar Murah di Pekanbaru Periode Sepekan ke Depan

Riau | Senin, 28 September 2026 | 10:23 WIB

Tak Takut Atmosfer GBK, Pelatih Malaysia Kenang Pernah Bikin Timnas Indonesia Terluka

Tak Takut Atmosfer GBK, Pelatih Malaysia Kenang Pernah Bikin Timnas Indonesia Terluka

Bola | Senin, 28 September 2026 | 10:22 WIB

Cari Serum Wardah untuk Samarkan Kerutan? Ini Pilihannya, Lengkap dengan Ulasan Pengguna

Cari Serum Wardah untuk Samarkan Kerutan? Ini Pilihannya, Lengkap dengan Ulasan Pengguna

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 10:20 WIB

Hamzah Batik Malioboro Terbakar Lagi Setelah 2004, Ini Sejarahnya dengan Sosok Raminten dan Mirota

Hamzah Batik Malioboro Terbakar Lagi Setelah 2004, Ini Sejarahnya dengan Sosok Raminten dan Mirota

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 10:19 WIB

Pasar Kripto Memerah, CFX10 Turun ke Level 1.005

Pasar Kripto Memerah, CFX10 Turun ke Level 1.005

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 10:13 WIB

Apa Perbedaan Cleansing Gel dan Cleansing Foam?

Apa Perbedaan Cleansing Gel dan Cleansing Foam?

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 10:10 WIB

Timnas Indonesia Diberi Peringakatan Keras Jelang Hadapi Malaysia: Tak Boleh Lagi Monoton!

Timnas Indonesia Diberi Peringakatan Keras Jelang Hadapi Malaysia: Tak Boleh Lagi Monoton!

Bola | Senin, 28 September 2026 | 10:09 WIB

Mayat Perempuan Ditemukan di Kebun Warga di Serang, Polisi Selidiki Penyebab Kematian

Mayat Perempuan Ditemukan di Kebun Warga di Serang, Polisi Selidiki Penyebab Kematian

Banten | Senin, 28 September 2026 | 10:08 WIB

Kerahkan Belasan Armada Damkar, Kebakaran Hamzah Batik Malioboro Padam Setelah 3 Jam

Kerahkan Belasan Armada Damkar, Kebakaran Hamzah Batik Malioboro Padam Setelah 3 Jam

Jogja | Senin, 28 September 2026 | 10:07 WIB

×