Masalah Gusi Bisa Picu Infeksi Organ Tubuh

Vania Rossa | Firsta Nodia | Suara.com

Kamis, 28 Juni 2018 | 19:37 WIB
Masalah Gusi Bisa Picu Infeksi Organ Tubuh
Ilustrasi masalah gusi. (Shutterstock)

Suara.com - Gusi berdarah saat sedang menyikat gigi atau mengigit makanan bisa jadi pertanda periodontitis alias radang gusi.

Menurut drg. Dedy Yudha Rismanto, Sp.Perio, dari Rumah Sakit Pondok Indah, kondisi ini tak boleh diabaikan. Pasalnya, periodontitis dapat menyebabkan infeksi di organ tubuh lain seperti jantung dan otak. Tak hanya itu, gigi penderita periodontitis juga mudah goyang hingga mengharuskan tindakan pencabutan.

"Periodontitis ini terjadi karena kumpulan bakteri yang mengendap di gusi. Jadi kalau dibiarkan, bisa memicu infeksi vokal atau infeksi di organ lain. Misal kuman dari periodontitis terbawa aliran darah ke jantung menyebabkan aterosklerosis. Bisa juga di otak memicu infeksi," ujar drg. Dedy pada Diskusi Media di Jakarta, Kamis (28/6/2018).

Dedy menambahkan, gusi yang sehat umumnya berwarna merah muda, dan jika dilakukan rontgen, jaringan penyangga gigi berada dalam posisi tegak. Namun pada kasus periodontitis, umumnya gusi dalam keadaan bengkak dan berwarna kemerahan.

"Kalau ditusuk berdarah itu normal. Tapi kalau sikat gigi ringan lalu gusi berdarah dan gendut-gendut alias bengkak, itu tanda awal dari radang gusi. Gusi sehat no bleeding," tambah dia.

Gusi yang membengkak saat meradang, kata Dedy, disebabkan karena penumpukan karang gigi di dalam gusi. Plak yang tidak dibersihkan maksimal mengalami pematangan sehingga memicu peradangan. Sebagai pencegahan, Dedy pun menganjurkam masyarakat untuk menggosok gigi dua kali sehari setelah makan dan sebelum tidur.

"Kenapa dianjurkan minimal dua kali, itu karena untuk mencegah kuman membentuk kolonisasi yang memicu pematangan. Kolonisasi kuman terjadi selama 8-12 jam. Jadi pas jarak waktunya dari pagi yang setelah sarapan ke malam hari sebelum tidur," tambahnya lagi.

Dedy juga mengingatkan pentingnya berkumur untuk menetralisasi kondisi rongga mulut yang cenderung asam setelah mengonsumsi makanan manis.

"Hindari makanan pencetus kuman seperti gula. Kalau bisa, dinetralkan dengan kumur agar rongga mulut nggak jadi asam. Lakukan cek up ke dokter gigi minimal setahun 2 kali," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Virus Nipah di India Renggut Nyawa Seorang Suster

Virus Nipah di India Renggut Nyawa Seorang Suster

Health | Selasa, 29 Mei 2018 | 12:38 WIB

Berlebihan Saat Membersihkan Hidung Bisa Picu Infeksi

Berlebihan Saat Membersihkan Hidung Bisa Picu Infeksi

Health | Kamis, 26 April 2018 | 14:44 WIB

Anak Alami Infeksi Telinga, Apa Penyebabnya?

Anak Alami Infeksi Telinga, Apa Penyebabnya?

Health | Jum'at, 09 Februari 2018 | 13:20 WIB

Terkini

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:47 WIB

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 05:00 WIB

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Health | Jum'at, 27 Maret 2026 | 16:43 WIB

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Health | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:44 WIB

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:11 WIB