- Ortuseight mengadakan program pembinaan olahraga di enam kota besar Indonesia sejak 4 Agustus 2026.
- Pelajar mengikuti klinik kepelatihan futsal dan pertandingan langsung yang dipandu oleh Vennard Hutabarat dan Bima Febrian.
- Inisiatif ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan teknis pemain muda melalui kolaborasi dengan sekolah dan komunitas lokal.
Suara.com - Sepak bola dan futsal tidak selalu dimulai dari stadion besar. Bagi banyak pemain muda, perjalanan justru berawal dari lapangan sekolah, latihan bersama teman, dan kompetisi antarsekolah.
Ruang-ruang sederhana inilah yang kemudian menjadi tempat untuk membangun teknik, kepercayaan diri, sekaligus kecintaan terhadap olahraga.
Semangat tersebut coba dihadirkan melalui program ORTUSEIGHT PLAYDAY, yang menyambangi enam kota besar di Indonesia.
Kegiatan ini mempertemukan pelajar, pelatih, atlet, dan komunitas dalam rangkaian aktivitas yang memadukan latihan, berbagi pengalaman, hingga pertandingan.
Mengusung pesan One Event. Two Games. One Passion., program ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengikuti Futsal Coaching Clinic sebelum menerapkan materi latihan dalam pertandingan. Dengan begitu, sesi pembinaan tidak berhenti pada teori, tetapi bisa langsung dirasakan di lapangan.
Hal ini disampaikan langsung oleh Ayu Putri Wulandari, perwakilan Ortuseight.
"Ortuseight Playday adalah cara kami untuk kembali ke akar, hadir langsung di sekolah dan komunitas tempat sepak bola dan futsal itu lahir dan hidup. Lewat acara ini, kami ingin memastikan pembinaan ini tidak hanya soal teori, tapi benar-benar terasa manfaatnya saat mereka bertanding,” ungkapnya dalam pernyataan resminya.
Rangkaian perdana berlangsung di Yogyakarta pada 4–5 Agustus 2026 dengan mengunjungi sejumlah sekolah di Gunung Kidul dan Sleman. Setelah Yogyakarta, kegiatan berlanjut ke Jambi, Balikpapan, Medan, Batam, dan Samarinda.
Di setiap kota, aktivitas juga melibatkan jaringan toko olahraga lokal serta komunitas setempat.
Pemilihan enam kota tersebut berkaitan dengan perkembangan kompetisi futsal pelajar yang semakin aktif. Kondisi ini membuat program pembinaan lebih mudah diarahkan pada kebutuhan pemain yang sudah memiliki pengalaman bertanding dan ingin mengembangkan kemampuan teknis maupun taktis.
Dari sisi kepelatihan, kegiatan ini dipandu Vennard Hutabarat sebagai Head Coach. Pengalaman panjangnya di dunia futsal menjadi salah satu bekal untuk memberikan materi kepada para pemain muda.
"Berbagi ilmu dan pengalaman adalah kewajiban saya kepada para pemain muda yang merupakan masa depan Indonesia. Terlebih, kegiatan coaching clinic seperti ini selalu didukung penuh oleh Ortuseight," ujar Vennard Hutabarat.
Sesi khusus penjaga gawang turut diberikan oleh Bima Febrian. Materi seperti positioning, footwork, dan decision-making menjadi bagian yang dapat membantu pemain memahami peran kiper secara lebih mendalam.
Sementara itu, setiap kota juga menghadirkan atlet tamu yang berbeda.
Melalui pertemuan langsung seperti ini, olahraga menjadi lebih dekat, sekaligus membuka ruang bagi anak muda untuk belajar, bermain, dan berkembang bersama.