Tentang Sindrom Werner, Kondisi Langka Bikin Penderita Cepat Tua

Ririn Indriani, Dinda Rachmawati

Jum'at, 20 Juli 2018 | 18:30 WIB
Tentang Sindrom Werner, Kondisi Langka Bikin Penderita Cepat Tua
Sindrom Werner merupakan jenis progeria yang biasanya diderita usia remaja. (Shutterstock)

Suara.com - Sindrom Werner atau Sindrom Progeria Werner yang populer dengan sebutan progeria merupakan salah satu kondisi langka yang masih asing di telinga banyak orang.

Sindrom ini terkait dengan proses penuaan yang sangat cepat dari orang normal. Sindrom ini biasanya diderita oleh remaja.

Bukan cuma itu, sindrom ini juga terkait dengan risiko berbagai penyakit lain seperti kanker, diabetes, dan sebagainya.

Lantas informasi apalagi yang patut Anda ketahui seputar Sindrom Werner? Berikut adalah fakta-fakta tentang Sindrom Werner yang mungkin belum Anda ketahui, dilansir Boldsky.

1. Kondisi Genetik
Sindrom Werner adalah kondisi genetik atau keturunan. Risikonya dapat diwariskan dari generasi ke generasi dalam garis keturunan keluarga.

Bisa juga terjadi karena mutasi genetik pada gen WRN yang bertanggung jawab untuk Sindrom Werner. Seseorang yang mengalami kondisi biasanya diwarisi dari gen ibu dan ayahnya. Jika hanya satu gen, maka Sindrom Werner tidak akan diturunkan ke anak.

2. Gejala Sindrom Werner
Kondisi ini biasanya terlihat setelah usia 10 tahun. Gejala-gejala tertentu yang dapat dikenali adalah pertumbuhan yang terhambat, katarak bilateral, berkurangnya kepadatan tulang yang dikenal dengan sebutan osteoporosis.

Dan, yang paling terlihat dari semuanya adalah penuaan dini. Oleh karena itu, kerutan, kulit kendur dan gejala penuaan dini lainnya pada kulit di usia dini bisa menjadi gejala Sindrom Werner.

3. Pengobatan
Bila gejala penuaan dini terjadi, maka tidak dapat dihentikan. Itulah yang menjadi alasan mengapa Sindrom Werner tidak dapat disembuhkan.

baca juga

Perkembangan sains mungkin bisa membuat keadaan sebaliknya, tetapi Anda tidak dapat membalikkan kulit yang sudah tua ke yang muda.

Tapi untuk mengobati katarak dan atau meningkatkan kepadatan tulang melalui tablet dan sebagainya masih memungkinkan untuk dilakukan.

4. Bisakah Dicegah?
Sebagian besar penyakit dapat dicegah. Jika seseorang ingin menghindari diabetes, hindari kelebihan daging merah dan gula.

Jika seseorang ingin menghindari kanker, hindari rokok, dan lainnya. Namun, Sindrom Werner yang semata-mata didasarkan oleh genetika seseorang, apalagi jika seseorang tersebut memiliki dua salinan gen dari orangtuanya, maka Sindrom Werner tidak dapat dicegah.

5. Apa pengaruhnya?
Sindrom Werner mempengaruhi keluarga besar enzim yang disebut helicases. Enzim-enzim ini bertanggung jawab untuk melepaskan DNA atau kadang-kadang RNA seseorang, untuk membantu dalam proses perbaikan atau replikasi DNA. Kadang-kadang helicases juga membantu dalam akurasi segregasi kromosom.

6. Risiko lain
Pasien dengan sindrom ini juga berisiko untuk mengalami beberapa jenis kanker seperti melanoma maligna, sarkoma jaringan lunak, kanker tiroid dan kanker hati.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Penyakit Langka, Bocah Ini Harus Dimandikan dengan Pemutih

Penyakit Langka, Bocah Ini Harus Dimandikan dengan Pemutih

Health | Jum'at, 22 Juni 2018 | 14:34 WIB

Penyakit Langka Sebabkan Remaja Ini Muntah 30 Kali Sehari

Penyakit Langka Sebabkan Remaja Ini Muntah 30 Kali Sehari

Health | Rabu, 02 Mei 2018 | 09:23 WIB

Idap Penyakit Langka, Ibu 2 Anak Dikurung di Sangkar Kaca

Idap Penyakit Langka, Ibu 2 Anak Dikurung di Sangkar Kaca

Health | Sabtu, 07 April 2018 | 20:25 WIB

Terkini

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:45 WIB

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

×