Penyakit Langka, Bocah Ini Harus Dimandikan dengan Pemutih

Vania Rossa, Dinda Rachmawati

Jum'at, 22 Juni 2018 | 14:34 WIB
Penyakit Langka, Bocah Ini Harus Dimandikan dengan Pemutih
Ilustrasi bayi mandi di bathtub. [Shutterstock]

Suara.com - Seorang ibu bernama Alicia Barber harus memandikan bayinya dengan clorox atau pemutih untuk membantu membersihkan kulit buah hatinya yang tertutup sisik akibat penyakit langka.

Perempuan berusia 27 tahun ini memandikan putranya yang berusia satu tahun bernama Jamison sebanyak dua kali seminggu selama 15 menit. Bukan cuma itu, Jamison juga harus digosok dengan sarung tangan, untuk membersihkan kulit-kulit keras di tubuhnya dan menangkal infeksi.

Jamison menderita ichthyosis Harlequin, penyakit kulit parah yang disebabkan oleh mutasi genetik yang memengaruhi sekitar satu dalam 500.000 kelahiran.

Sejak lahir, kulit Jamison ditutupi oleh lapisan keras protein, yang membentuk pelat seperti sisik, dipisahkan oleh retakan-retakan yang dalam. Lapisan yang disebut keratin shell ini membuat penderitanya hampir tidak mungkin bergerak bebas dan dapat menyebabkan kesulitan bernapas serta membuatnya berisiko tinggi mengalami infeksi.

Alicia mengetahui tentang diagnosis putranya ini saat ia hamil tujuh bulan. Awalnya ia didiagnosis hamil bayi kembar, tetapi satu janinnya meninggal di dalam rahim. Dokter mengatakan, satu bayinya memang bisa bertahan hidup, tapi mungkin mengalami kondisi yang sulit baginya. Dokter pun merekomendasikan Alicia untuk mengakhiri kehamilannya.

Meskipun kesempatan bertahan hidup Jamison hanya 2 persen, tak disangka ia telah menentang kemungkinan tersebut dan berhasil melewati ulang tahun pertamanya. Dengan penyakit ini di tubuhmya, berarti dia harus bertahan dengan pengobatan yang melelahkan yang meliputi mandi pemutih dan resep morfin untuk membantu meringankan rasa sakit yang luar biasa.

Alicia mengatakan dia juga berjuang dengan berbagai komentar orang-orang asing yang kejam yang menyebut putranya 'menyeramkan'. Dia mengatakan bahwa dirinya ingin meningkatkan kesadaran tentang kondisi yang tidak diketahui oleh banyak orang ini.

"Saya belum pernah mendengar tentang ichthyosis Harlequin sebelum dokter menjelaskannya pada saya dan menunjukkan sebuah buku teks dengan gambar-gambar bayi dengan kondisi ini. Mereka tidak memiliki wajah, tidak ada tangan, tidak ada kaki, dan tidak ada jari tangan dan kaki," kata Ibu tiga anak, dari Chattaroy, Washington, Amerika Serikat.

"Itu benar-benar membuat trauma dan mereka merekomendasikan agar saya mengakhiri kehamilan waktu itu," lanjut dia.

baca juga

"Itu menakutkan, saya tidak tahu apa yang akan terjadi dengannya dan kelahirannya juga sangat traumatis. Saya menjalani operasi caesar darurat karena mereka khawatir bahwa melahirkan secara alami atau normal akan menyebabkan robeknya fisura kulitnya," jelas Alicia.

"Saya juga membutuhkan transfusi darah empat-setengah kantung dan tidak sempat menemuinya selama beberapa hari. Saya sempat tak siap ketika saya melihatnya, saya ingin memeluknya dan mengatakan kepadanya bahwa itu akan baik-baik saja. Saya tahu dia akan bertarung," kata dia lagi.

Kelainan kulit yang terkait dengan ichthyosis Harlequin mengganggu penghalang pelindung kulit, membuat penderitanya sulit mengontrol air, mengatur suhu tubuh mereka, dan melawan infeksi.

Karena itulah, Jamison membutuhkan perawatan 24 jam dan 187 jam sebulan di rumah sakit. Selain mandi dengan pemutih, dia juga harus mandi dua kali sehari selama 45 menit dengan air, dan digosok dengan kain amplas untuk membantunya melepaskan kulit berisisknya.

Dokter meresepkan pemutih rumah tangga, jenis yang Anda beli di toko kelontong untuk mandi Jamisom.

"Ini menyakitkan baginya, jadi dia diberi morfin yang dapat memperlambat dan membuatnya mengantuk," ujar Alicia.

Jamison bahkan pernah tidak sengaja menelan pemutih ketika Alicia menuangkan air mandinya di atas kepalanya dan kadang-kadang masuk ke matanya.

"Ini adalah sesuatu yang saya takutkan karena dia kesakitan. Saat dia menangis dan saya juga menangis beberapa kali. Jika dia tidak mandi dengan pemutih ini, dia bisa berakhir di rumah sakit dengan infeksi," katanya.

"Kami harus menjaga rumah yang sangat rapi dan bersih setiap saat dan memeriksanya setiap beberapa jam sekali untuk mengecek setiap tanda-tanda infeksi kulit," jata Alicia, yang tinggal bersama pasangannya Kolton Stam, 26 tahun, dan memiliki dua anak lain.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ingin Kulit Halus, Jangan Gunakan Lotion

Ingin Kulit Halus, Jangan Gunakan Lotion

Health | Jum'at, 01 Juni 2018 | 12:50 WIB

10 Manfaat Mengejutkan Mandi Pagi

10 Manfaat Mengejutkan Mandi Pagi

Health | Minggu, 13 Mei 2018 | 06:15 WIB

Penyakit Langka Sebabkan Remaja Ini Muntah 30 Kali Sehari

Penyakit Langka Sebabkan Remaja Ini Muntah 30 Kali Sehari

Health | Rabu, 02 Mei 2018 | 09:23 WIB

Terkini

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:00 WIB

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:32 WIB

Perawatan Gigi Anak yang Nyaman, Bantu Si Kecil Tumbuh dengan Senyum Sehat dan Percaya Diri

Perawatan Gigi Anak yang Nyaman, Bantu Si Kecil Tumbuh dengan Senyum Sehat dan Percaya Diri

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:15 WIB

Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance

Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 19:00 WIB