Kata Satgas IDAI Soal Imunisasi MR Fase 2

Ririn Indriani, Firsta Nodia

Selasa, 31 Juli 2018 | 17:34 WIB
Kata Satgas IDAI Soal Imunisasi MR Fase 2
Jumpa pers Kampanye Imunisasi MR (Measles Rubella) Fase Dua yang dimulai 1 Agustus hingga akhir September 2018 di Kementerian Kesehatan di Jakarta, Selasa (31/8/2018). (Suara.com/Firsta Nodia)

Suara.com - Imunisasi MR (Measles Rubella atau Campak Rubella) fase 2 akan dimulai besok, Rabu (1/8/2018). Jika pada 2017 imunisasi ini dipusatkan di Pulau Jawa, maka pada imunisasi fase 2 ini akan dilakukan di 28 Provinsi di luar Pulau Jawa.

Di setiap pelaksanaan imunisasi massal seperti ini biasanya ada saja orangtua yang menolak memberikan imunisasi pada buah hatinya. Padahal pemberian vaksin telah dibuktikan secara ilmiah dapat melindungi si kecil dari risiko penyakit yang mengancam nyawa.

BACA JUGA: Setelah Kiki Challenge, Hot Water Challenge Justru Lebih Bahaya

Menanggapi hal tersebut Prof Dr dr Soedjatmiko SpA (K) dari SATGAS Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia mengatakan bahwa mengikutsertakan anak dalam program vaksinasi merupakan bagian dari memberikan hak-hak anak. Bahkan hal ini juga diatur dalam Undang-Undang Perlindungan Anak.

"Imunisasi adalah hak anak. Orangtua yang sengaja melalaikan hak-hak anak sehingga menjadi sakit, cacat, atau kematian maka orangtua bisa dipidana penjara lima tahun dan atau denda 100 juta," ujar Prof Soedjatmiko dalam temu media Kampanye Imunisasi MR di Kemenkes, Selasa (31/7/2018).

BACA JUGA: Geger Vaksin Palsu dari China, BPOM Pastikan Aman di Indonesia

Ia pun menyinggung pro kontra halal-haram vaksin yang membuat orangtua enggan mengikutsertakan anaknya dalam program vaksin. Menurut Prof Soedjatmiko, ada fatwa MUI yang mengatakan bahwa jika vaksin dapat melindungi anak dari risiko kesakitan, cacat berat hingga kematian melalui data-data ilmiah yang meyakinkan, maka pemberian vaksin hukumnya wajib.

"Yang jadi pertanyaan kan kondisi daruratnya sampai kapan untuk vaksin ini, nah kedaruratan itu sampai ditemukan vaksin yang halal. Kalau belum maka masih dalam kondisi kedaruratan," tambah dia.

Prof Soedjatmiko mengatakan bahwa pemberian vaksin MR sudah terbukti mampu melindungi anak-anak dari risiko terkena campak dan rubella. Penyakit campak sendiri, kata dia, dapat menyebabkan radang paru hingga meninggal, diare akut hingga meninggal.

Rubella sendiri jika menginfeksi ibu hamil dapat menyebabkan keguguran atau kecacatan permanen pada bayi yang dilahirkan.

BACA JUGA: Salah Pilih Bra Bikin Perempuan Alami 6 Penderitaan Ini

Tidak ada pengobatan untuk penyakit Campak dan Rubella. Namun, kedua penyakit berbahaya tersebut dapat dicegah.

Imunisasi MR merupakan pencegahan terbaik serta pencegahan terhadap dampak berbahaya yang diakibatkan kedua penyakit tersebut. Satu vaksin mencegah dua penyakit sekaligus.

"Tujuan imunisasi MR, kalau cakupan 95 persen tercapai itu bisa melindungi diri sendiri dan ke orang lain terutama ibu hamil. Kalau 5 persen orang yang tidak imunisasi menyebar, dia akan terlindungi dari teman-temannya yang sudah imunisasi," tandas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Siap-Siap, Imunisasi MR Fase 2 Digelar Mulai 1 Agustus

Siap-Siap, Imunisasi MR Fase 2 Digelar Mulai 1 Agustus

Health | Selasa, 31 Juli 2018 | 17:05 WIB

Paha Bengkak Kebiruan Usai Imunisasi, Wajarkah?

Paha Bengkak Kebiruan Usai Imunisasi, Wajarkah?

Health | Minggu, 01 April 2018 | 12:33 WIB

Tolak Imunisasi, Orangtua Antivaksin Bisa Dipidana

Tolak Imunisasi, Orangtua Antivaksin Bisa Dipidana

Health | Rabu, 07 Februari 2018 | 21:17 WIB

Terkini

Namanya Tersangkut di Heboh Penyadapan Ilegal, Hercules Buka Suara

Namanya Tersangkut di Heboh Penyadapan Ilegal, Hercules Buka Suara

Video | Sabtu, 07 November 2026 | 12:50 WIB

Perbedaan Facial Wash vs Facial Foam, Benarkah Makin Banyak Busa Makin Bersih?

Perbedaan Facial Wash vs Facial Foam, Benarkah Makin Banyak Busa Makin Bersih?

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 12:40 WIB

Wangi Bersih, Sopan, dan Elegan! 5 Pilihan Parfum yang Cocok untuk Ibu Guru

Wangi Bersih, Sopan, dan Elegan! 5 Pilihan Parfum yang Cocok untuk Ibu Guru

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 12:30 WIB

Kontak Tembak Pecah di Dekai Yahukimo, 7 Pucuk Senjata Api OPM Disita TNI

Kontak Tembak Pecah di Dekai Yahukimo, 7 Pucuk Senjata Api OPM Disita TNI

News | Sabtu, 07 November 2026 | 12:26 WIB

Desil 10 tapi Gaji Rp3,5 Juta, Apakah Tetap Dapat BSU Kemnaker Rp900.000? Ini Penjelasannya

Desil 10 tapi Gaji Rp3,5 Juta, Apakah Tetap Dapat BSU Kemnaker Rp900.000? Ini Penjelasannya

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 12:19 WIB

Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo, Wamen HAM Desak Pengusutan Transparan

Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo, Wamen HAM Desak Pengusutan Transparan

News | Sabtu, 07 November 2026 | 12:15 WIB

Apakah Kulit Berminyak Tetap Membutuhkan Moisturizer? Simak Faktanya

Apakah Kulit Berminyak Tetap Membutuhkan Moisturizer? Simak Faktanya

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 12:15 WIB

Langkah Awal Memahami Pasar Modal: Belajar Investasi Bersama New BIONS

Langkah Awal Memahami Pasar Modal: Belajar Investasi Bersama New BIONS

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 12:15 WIB

Kasus Penyadapan Listyo, ICW Soroti Celah Hukum 16 Tahun yang 'Dibiarkan' Ugal-ugalan

Kasus Penyadapan Listyo, ICW Soroti Celah Hukum 16 Tahun yang 'Dibiarkan' Ugal-ugalan

News | Sabtu, 07 November 2026 | 12:14 WIB

Birokrasi di Zona Nyaman: Mengapa Program Tak Efisien Terus Dipertahankan?

Birokrasi di Zona Nyaman: Mengapa Program Tak Efisien Terus Dipertahankan?

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 12:00 WIB

×