Kafein Ganggu Penurunan Berat Badan, Kok Bisa?

Ririn Indriani, Dinda Rachmawati

Minggu, 26 Agustus 2018 | 11:07 WIB
Kafein Ganggu Penurunan Berat Badan, Kok Bisa?
Kopi salah satu minuman berkafein. (Shutterstock)

Suara.com - Penurunan berat badan, kafein dan kebiasaan tidur ternyata memiliki kaitan erat satu sama lain. Itulah mengapa sangat penting bagi Anda untuk terus mengawasi waktu tidur dan asupan kafein, terutama jika Anda sedang mencoba menurunkan berat badan.

Menurut ahli gizi asal India, Rujuta Diwekar, Anda tidak boleh minum kopi atau minuman berkafein lainnya setelah jam 3-4 sore.

Hal ini berhubungan dengan hasil dari sebuah penelitian yang dilakukan oleh University of Barcelona, di mana diperlukan sekitar 45 menit kafein mempengaruhi tubuh, serta dibutuhkan banyak waktu untuk kafein menyerap ke dalam membran sel. Tak hanya itu, efek kafein juga cenderung bertahan selama sekitar 6 jam dalam tubuh.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Sleep Disorders & Research Center, Henry Ford Hospital, Detroit and the Department of Psychiatry and Behavioral Neurosciences, Wayne State College of Medicine, Detroit, menemukan kafein yang dikonsumsi 6 jam sebelum tidur memiliki efek mengganggu pada kualitas tidur seseorang.

Karena itulah, peneliti menyarankan untuk tidak mengonsumsi kafein selama minimal 6 jam sebelum tidur. Kafein membutuhkan waktu untuk sepenuhnya keluar dari sistem tubuh dan karenanya efeknya dapat terlihat bahkan setelah 6 jam dikonsumsi. Inilah sebabnya mengapa jam 3 atau 4 sore adalah waktu terakhir untuk secangkir kopi.

Kafein tidak hanya dapat membuat Anda terjaga dan menyebabkan kurang tidur, tetapi juga dapat menyebabkan kenaikan berat badan. Sebuah studi mengatakan bahwa kehilangan 30 menit tidur setiap hari dapat menyebabkan kenaikan berat badan dan dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2.

Ini jelas menunjukkan bahwa durasi tidur pendek dapat memiliki efek signifikan pada obesitas dan resistensi insulin. Jadi, jika Anda salah satu yang memiliki kebiasaan minum secangkir kafein setiap hari, maka berisiko gemuk dan mengundang sejumlah masalah kesehatan lainnya.

Selain kafein, minuman energi adalah sumber kafein yang tersembunyi.

"Minuman berenergi ini mengganggu kepadatan mineral tulang dan kesehatan hormonal, karenanya sebaiknya dihindari," kata Rujuta dilansir The Health Site.

baca juga

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Frontiers in Public Health menyatakan kadar gula dan kafein yang tinggi dalam minuman energi dapat menyebabkan masalah seperti penyalahgunaan zat dan agresi, masalah kesehatan mental dalam bentuk kecemasan dan stres, tekanan darah tinggi, kegemukan, kerusakan ginjal, kelelahan, sakit perut dan iritasi.

Tak hanya itu, minuman obat penghilang rasa sakit, pil penurun berat badan, teh hijau dan cokelat adalah sumber kafein lain yang sering tidak disadari dapat menghambat upaya penurunan berat badan dengan mengganggu pola tidur alami.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Minuman Apa yang Bagus untuk Diet, Shakes atau Smoothies?

Minuman Apa yang Bagus untuk Diet, Shakes atau Smoothies?

Health | Senin, 20 Agustus 2018 | 20:15 WIB

Ngeri! Ini 5 Efek Penurunan Berat Badan Secara Instan

Ngeri! Ini 5 Efek Penurunan Berat Badan Secara Instan

Health | Minggu, 19 Agustus 2018 | 20:16 WIB

Diet Konsumsi Minyak Samin, Amankah?

Diet Konsumsi Minyak Samin, Amankah?

Health | Selasa, 07 Agustus 2018 | 06:30 WIB

Terkini

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:45 WIB

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

×