Kasus Haringga Sirla, Bisakah Aksi Brutal Diredam?

Ade Indra Kusuma

Selasa, 25 September 2018 | 15:57 WIB
Kasus Haringga Sirla, Bisakah Aksi Brutal Diredam?
Haringga Sirla tewas usai dikeroyok secara brutal oleh oknum suporter di Bandung. (Foto: @abdulrosyid7/Twitter)

Suara.com - Haringga Sirla meninggal secara mengenaskan lantaran dikeroyok secara brutal oleh oknum bobotoh -- julukan untuk suporter sepak bola Persib Bandung -- sebelum laga Persija vs Persib di Stadion Gelora Bandung Lautan Api pada Minggu (23/9/2018), yang menjadi pertanyaan bisakah aksi brutal tersebut diredam?

Menanggapi kasus tersebut Psikolog anak dan remaja, Erna Marina Kusuma M.Psi. C.Ft mengaku turut mengecam tindakan keji itu, bahkan heran mengapa para pelaku bisa-bisanya merekam aksi pengeroyokan brutal tersebut dan disebar di media sosial (medsos).

Sejumlah pendukung klub sepak bola Persija melakukan ziarah ke makam Haringga Sirila di Indramayu, Jawa Barat, Senin (24/9). Haringga Sirila meninggal dunia akibat penganiayaan oleh sejumlah oknum pendukung klub sepakbola Persib pada laga lanjutan Liga 1 Minggu (23/9). ANTARA FOTO/Dedhez Anggara
Sejumlah pendukung klub sepak bola Persija melakukan ziarah ke makam Haringga Sirila di Indramayu, Jawa Barat, Senin (24/9). Haringga Sirla meninggal dunia akibat penganiayaan oleh sejumlah oknum pendukung klub sepakbola Persib pada laga lanjutan Liga 1 Minggu (23/9). ANTARA FOTO/Dedhez Anggara

Bicara pengeroyokan brutal yang kerap dilakukan pemuda hingga menyebabkan korban tewas hanya karena membela atribut atau kelompok fanatiknya, ia menuturkan masa remaja bila dilihat dari aspek psikologis sangat diwarnai dengan perkembangan sosial di mana remaja lebih dekat dengan kelompok teman belajar dan bermain dibanding dengan keluarga.

"Pada masa-masa ini seringkali remaja yang tidak kuat karakternya sangat mudah dipengaruhi oleh lingkungan teman sebayanya," ujar Erna saat dihubungi Suara.com melalui pesan singkat, Selasa (25/9/18).

Erna memang menegaskan bahwa pergaulan remaja juga masih sangat perlu di perhatikan orangtua, mengingat masa remaja yang berisiko tinggi terhadap perubahan mental.

"Saat remaja sudah memiliki kelompok teman sebaya, mereka memiliki rasa solidaritas di mana jika ada teman mereka yang diusili atau dicurangi mereka akan membela kelompoknya. Hal ini mengakibatkan seringkali terjadi tawuran pelajar," urainya.

Untuk mengajarkan anak mengontrol emosi, lanjut Erna, perlu dilakukan saat anak masih kecil. "Misalkan anak melempar mainannya harus dilarang dan diarahkan untuk tidak mengulangi perbuatan setiap marah lempar barang. Jika hal ini konsisten dilakukan maka ketika anak remaja akan terlatih untuk mengontrol emosinya," lanjut Erna.

Saat ini teknologi dan sosial media sangat berkembang pesat. Semua orang cenderung menggunakan sosial media. Begitu juga dengan remaja yang masih sangat menarik perhatian. Mereka juga merasa setiap kegiatannya, kata Erna, perlu diketahui teman-temannya.

"Kejadian di mana merekam pemukulan terjadi seringkali, karena mereka ingin merekam hal yang membuat mereka merasa hebat dan menang namun tidak memikirkan akibatnya," seru Erna.

baca juga

Nah, untuk menghindari remaja balas dendam, sambung dia, harus ditanamkan sejak anak dini dan tentu harus ditanamkan pula pengajaran agama sedini mungkin.

"Jika semua remaja memiliki keyakinan yang kuat maka akan menghindari mereka berkembang ke arah negatif di kemudian harinya," tutupnya menanggapi aksi pengeroyokan brutal yang menyebabkan Haringga Sirla meninggal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Klarifikasi Ucapannya soal Haringga, Ketua Viking Ikut Berduka

Klarifikasi Ucapannya soal Haringga, Ketua Viking Ikut Berduka

News | Selasa, 25 September 2018 | 15:45 WIB

Kutuk Pengeroyokan Haringga, Manajer Persib akan Lakukan Ini

Kutuk Pengeroyokan Haringga, Manajer Persib akan Lakukan Ini

Bola | Selasa, 25 September 2018 | 14:51 WIB

Jakmania Haringga Tewas, Jokowi: Jangan Fanatisme Berlebihan

Jakmania Haringga Tewas, Jokowi: Jangan Fanatisme Berlebihan

News | Selasa, 25 September 2018 | 14:33 WIB

Terkini

Kasus Dugaan Gratifikasi Izin Tinggal WNA, KPK Geledah Kantor Imigrasi Jakarta Pusat

Kasus Dugaan Gratifikasi Izin Tinggal WNA, KPK Geledah Kantor Imigrasi Jakarta Pusat

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 10:05 WIB

Purbaya Akui Masih Deg-degan Meski Industri Otomotif RI Tumbuh per Juni 2026

Purbaya Akui Masih Deg-degan Meski Industri Otomotif RI Tumbuh per Juni 2026

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 10:05 WIB

Sudah Dibuka Hari Ini! Jadwal Pendaftaran Upacara di Istana 2026, Cek Link Resmi dan Cara Daftarnya

Sudah Dibuka Hari Ini! Jadwal Pendaftaran Upacara di Istana 2026, Cek Link Resmi dan Cara Daftarnya

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 10:03 WIB

Negara Agraris Tanpa Regenerasi Petani, Sampai Kapan?

Negara Agraris Tanpa Regenerasi Petani, Sampai Kapan?

Your Say | Rabu, 05 Agustus 2026 | 10:00 WIB

Marc Ter Stegen Resmi Direkrut Ajax, Jordi Cruyff Bakal Buang Maarten Paes?

Marc Ter Stegen Resmi Direkrut Ajax, Jordi Cruyff Bakal Buang Maarten Paes?

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 09:59 WIB

Kasus Yusrizal Pasien BPJS: Ketika Empati Tak Bisa Ditawar dalam Profesi Dokter

Kasus Yusrizal Pasien BPJS: Ketika Empati Tak Bisa Ditawar dalam Profesi Dokter

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 09:56 WIB

Bromo Membara di Blok Bantengan: Jalur Jemplang-Senduro Ditutup

Bromo Membara di Blok Bantengan: Jalur Jemplang-Senduro Ditutup

Jatim | Rabu, 05 Agustus 2026 | 09:55 WIB

Greenpeace Bantah Bahlil, Sebut Raja Ampat Masih Terancam Ekspansi Tambang Nikel

Greenpeace Bantah Bahlil, Sebut Raja Ampat Masih Terancam Ekspansi Tambang Nikel

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 09:51 WIB

10 Mobil Bekas di Bawah 100 Juta untuk Keluarga, dari yang Irit hingga Jagoan Tanjakan

10 Mobil Bekas di Bawah 100 Juta untuk Keluarga, dari yang Irit hingga Jagoan Tanjakan

Otomotif | Rabu, 05 Agustus 2026 | 09:50 WIB

Yang Mana Duluan, Bedak Tabur atau Bedak Padat? Ini Urutan Pemakaian yang Benar

Yang Mana Duluan, Bedak Tabur atau Bedak Padat? Ini Urutan Pemakaian yang Benar

Lifestyle | Rabu, 05 Agustus 2026 | 09:50 WIB

×